Berkelakuan Bejat, Kejari Batang Ajukan Permohonan Putus Hak Perwalian Orang Tua TS ke Pengadilan Agama

- Jumat, 25 November 2022 | 15:16 WIB
Kajari Batang  Mukharom, Jumat 25 November 2022.
Kajari Batang Mukharom, Jumat 25 November 2022.

BATANG, AYOSEMARANG.COM- Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang, Mukharom mengajukan permohonan memutus hak perwalian atas anak kandung ke Pengadilan Agama Batang.

Permohonan itu dilakukan Kejari Batang pada Kamis (24/11) dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Agama Kelas II Batang.

Hal itu dilakukannya, karena orang tua kandung berinisial TS warga Desa Kalibalik Kecamatan Banyuputih, ia telah diputus secara inkracht oleh Pengadilan Negeri Batang karena tindak pidana merudapaksa anak kandungnya sendiri.

“Pengadilan Negeri Batang telah memutuskan tindak pidana TS yang menjatuhkan pidana 15 tahun penjara. TS terbukti melakukan kekerasan dan ancaman kekerasan, memaksa anaknya sendiri melakukan persetubuhan dengannya dan membiarkan perbuatan cabul oleh orangtuanya,” kata Kajari Batang Mukharom, Jumat 25 November 2022.

“Atas perkara ini kami punya kewenangan dibidang datun, gugatan memutus rantai perwalian orangtua ini, istilahnya gugatan pencabutan hak orangtua dengan alasan yang meyakinkan, kami mencari alasa yang yuridis, legal standing, memutuskan hubungan perwalian orangtua. Karena Bapaknya kondisinya sudah seperti itu,” terangnya.

Mukharom menjelasakan, bahwa Kejaksaan Negeri Batang memiliki legal standing untuk mengajukan pencabutan kekuasaan orangtua sebagaimana ketentuan pasal 49 ayat 1 huruf (b) Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan (1) Salah seorang atau kedua orang tua dapat dicabut kekuasaannya terhadap seorang anak atau lebih untuk waktu yang tertentu atas permintaan orang lua yang lain, keluarga anak dalam garis lurus ke alas dan saudara kandung yang telah dewasa atau pejabat yang berwenang dengan keputusan Pengadilan dalam hal-hal seperti, sangat melalaikan kewajibannya terhadap anaknya, berkelakuan buruk sekali.

“Permohonan gugatan itu menjadi pertama di Jateng. Dan pernah terjadi juga di Kalimantan , tapi karena non muslim gugtanya dilayangan ke Pengadilan Negeri," tambah Mukharom.

Perlu diketahui, TS dalam melakukan aksi bejatnya sejak anaknya usia 11 tahun dan terungkap enam tahun setelahnya.

“Sekarang Anak perempuam sudah umur 16 tahun, Bapaknya umurnya 42 tahun dan ibunya masih ada,” jelasnya.

Dalam berita sebelumnya, perbuatan pencabulan dilakukannya sejak anaknya duduk dibangku kelas VI SD. Kekejian pelaku yang berinisial T (42) itu dilaporkan oleh istrinya sendiri.

"Jadi sang anak yang sudah tidak tahan mengadu pada ibunya. Langsung ibunya lapor ke Polres atas perbuatan suaminya," kata Kasatreskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo, Kamis 28 Juli 2022.

Mendapat laporan tersebut, Satreskrim Polres Batang pun langsung bergerak cepat mengamankan pelaku.

Tidak butuh waktu lama, pihaknya langsung melakukan penangkapan pada pelaku pada Kamis (27/7) malam, sekitar pukul 21.00. Pelaku ditangkap di rumah setelah pulang kerja.

Berdasarkan keterangan, pelaku mulai melakukan aksi pencabulan pada anaknya sejak kelas VI SD. Lalu, mulai merudapaksa saat sang anak menginjak 16 tahun. Saat ini, korban berusia 17 tahun.

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Terkini

X