Lapas Kelas II Batang Dorong Warga Binaan Berwirausaha, Latih Beternak Itik dan Buat Telur Asin

- Jumat, 21 Januari 2022 | 17:06 WIB
Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Batang ikuti pelatihan pembuatan telur asin.  (Muslihun/AyoBatang)
Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Batang ikuti pelatihan pembuatan telur asin.  (Muslihun/AyoBatang)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM- Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIB melatih Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beternak itik dan pembuatan telur asin.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Serbaguna Lapas Batang, Jumat 21 Januari 2022. Pihak Lapas menggandeng Kelompok Ternak Itik Mutiara Biru Batang untuk melatih warga binaan.

Menurut Ketua Kelompok Ternak Itik Mutiara Biru Batang, Suswoyo, materi yang diberikan kepada warga binaan terkait budidaya itik intensif atau di dalam kandang.

Baca Juga: Optimalkan BLK, Wihaji Sebut KIT Batang Bakal Butuh Ribuan Tenaga Kerja

"Budidaya itik ada dua metode yaitu di kandang dan dilepas atau angon. Kali ini kami memberikan peltihan dengan metode ternak kandang” terangnya.

Menurutnya untuk beternak itik, 100 ekor itik memerlukan ruang kandang 33 meter persegi. ''Perbandingannya 1meter persegi untuk tiga ekor, sehingga jika ada 100 ekor maka dibutuhkan sekitar 30meter persegi,” lanjutnya. 

Suwoyo juga menganjurkan bibit yang dipilih adalah yang sudah siap bertelur dengan usia 5 sampai 6 bulan.

Menurutnya, usia produktif bebek dalam bertelur hanya saampai 12 bulan saja. Setelah 12 bulan bebek bisa dijual ke warung penjual daging bebek.

Sementara itu untuk pembuatan telur asin, Suswoyo menjelaskan ada dua cara yaitu dengan media batu bata dan tanah halus atau ladon.

“Yang kami sarankan dengan media tanah halus, karena harganya yang murah dibandingkan dengan batu bata” tuturnya. 

Suswoyo juga mengajarkan cara memilih telur yang bagus. Menurutnya telur harus diseleksi jangan sampai ada yang retak.

Baca Juga: Makin Membaik, Kakao Asal Batang Penuhi Ekspor ke Jepang

Setelah telur dipastikan baik, selanjutnya telur dicelupkan ke dalam adonan tanah halus dan garam dengan perbandingan 3:1 dan ditambahkan air secukupnya.

Suswoyo menjelaskan, telur yang siap untuk dimasak membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 hari. “semakin lama semakin masir” terangnya. Untuk keuntungan, suswoyo memberikan gambaran satu telur asin dapat mengahsilkan untung 500 rupiah.

Kepala Lapas Batang Rindra Wardhana meminta WBP untuk memanfaatkan pelatihan tersebut dengan menyerap ilmunya dan mempraktikkan di lapangan dan berwirausaha.  “Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sebagai modal untuk membuka usaha,”harap Rindra. 

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X