21 Desa di Batang Masuk Kategori Kemiskinan Ekstrem, RKPD Pj Bupati Batang Entaskan di Tahun 2024

- Selasa, 31 Januari 2023 | 14:55 WIB
Penjabat Bupati Batang Lami Dwi Rejeki saat memimpin rapat rencana awak RKPD di aula kantor bupati setempat, Selasa 31 Januari 2023. (Muslihun/Kontributor Batang)
Penjabat Bupati Batang Lami Dwi Rejeki saat memimpin rapat rencana awak RKPD di aula kantor bupati setempat, Selasa 31 Januari 2023. (Muslihun/Kontributor Batang)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bupati Wihaji dan Wakilnya Suyono, telah habis dari tahun 2017 sampai dengan 2022.
 
Di masa transisi kepemimpinan kepala daerah yang dipimpin Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, untuk tahun 2023 sampai dengan tahun 2026 mengacu pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).
 
“Ke depan, sebagai pengganti RPJMD untuk perencanaan program pembangunan tahun 2023 sampai dengan tahun 2026, kita mengacu pada rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) termasuk tahun ini. Yang sama atau bahkan tahun 2018 kita juga mengikuti ataupun pedoman RKPD,” jelasnya.

Baca Juga: Isu Penculikan Anak Heboh di Media Sosial, Pj Bupati Batang Minta Orang Tua Lakukan Hal Ini
 
Lani menyebutkan, di dalam RKPD yang akan menjadi pedoman kepemimpinan dalam membangun Kabupaten Batang, ada tiga hal yang difokuskan.
 
“Fokus pertama kita yakni meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, kedua meningkatkan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan, dan yang ketiga yaitu meningkatkan ketahanan pangan daerah serta terwujudnya kondisi sosial dan budaya masyarakat,” jelasnya.
 
Lani juga menyebutkan bahwa ketiga hal yang menjadi fokus pembangunan itu disusun bersama dalam rapat RKPD.
 
“Oleh karena itu, saya mohon saran dan masukan dari Bapak Ibu semuanya agar RKPD yang kita susun nanti benar-benar sudah mencerminkan kebutuhan masyarakat yang ada di Kabupaten Batang,” ungkap Lani Dwi Rejeki.

Baca Juga: Mitra Terdekat Polri di Batang Dibekali Ilmu Bela Diri
 
Pj Bupati Batang juga menyatakan dalam penyusunan RKPD untuk fokus pada program peningkatan SDM (sumber daya manusia). Karena, Batang kini merupakan daerah yang strategis dan seksi bagi investor maupun tenaga kerja dari berbagai daerah.
 
Hal itu, tidak lain karena adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, yang dipertengahan tahun 2023, beberapa industri sudah mulai beroprasi.
 
“Maka kita harus meningkatkan SDM agar memiliki daya saing yang kuat dari tenaga kerja luar daerah,” katanya.
 
Adapun sektor unggulan ekonomi berbasis kerakyatan seperti UMKM, yang dimiliki Pemkab Batang harus diberi pembinaan dan lebih dikuatkan lagi dengan pemdampingan pemodalannya.

Baca Juga: Perdana, 5 Instruktur AHM Safety Riding Park Siap Bersaing di Thailand
 
Lani Dwi Rejeki menambahkan bahwa Kabupaten Batang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem yang berada di 21 desa. Namun demikian, dari keseluruhan jumlah penduduk di Kabupaten Batang, yang kemiskinan ekstrim kurang lebih 1,55%.
 
“Tidak terlalu banyak, namun ini juga menjadi fokus kita untuk segera kita segera entaskan pada program tahun 2024,” ungkapnya.***

Editor: Rahma Rizky Wardani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X