Dipaksa Teken Kontrak Tiga Bulan, 10 Karyawan PT Wasabi Inti Sukses Batang Mengadu

  Senin, 19 Juli 2021   Muslihun
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertran Batang, Budi Setyaningsih memenui karyawan PT Wasabi Inti Sukses yang mengadukan nasibnya.(Muslihun/kontributor Batang)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM- Sebanyak 10 karyawan PT Wasabi Inti Sukses, Plywood & Barecore Kandeman mengadukan nasibnya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Batang, Senin 19 Juli 2021. 

Kedatangan mereka didampingi Wakil Ketua DPD SPN Jateng, Edi Susilo yang ditemui Kapala Bidang Hubungan Industrial Disnakertran, Budi Setyaningsih.

"Kami ingin mengadukan nasib karyawan PT Wasabi, mereka yang sudah memiliki masa kerja 4 hingga 7 tahun secara tiba - tiba ada perubahan perusahaan yang mengharuskan menandatangani kontrak kerja lagi selama tiga bulan," kata Edi Susilo. 

Ia pun meminta perusahaan dapat memperhitungkan dan pertimbangan masa kerja karyawan, seperti yang diatur UU Tenaga Kerja. 

"Kalau memang ada sistem kontrak harus diselesaikan dulu masa kontraknya, baru dimulai kontrak lagi kalau dibutuhkan oleh perusahaan. Tapi yang dilakukan PT Wasabi ini memaksa harus tanda tangan, kalau tidak tanda tangan dianggap mengundurkan diri," jelasnya.

"Ada sekitar 10 karyawan yang dianggap mengundurkan diri karena tidak mau menandatangani kontrak kerja. Itu orang - orang yang berserikat di SPN," lanjutnya. 

Edi Susilo pun menduga ada indikasikan perusahaan untuk menuntaskan karyawan yang tergabung dalam SPN  dan tidak menginginkan adanya serikat di perusahaan tersebut.

"Karena aneh banget, ketika tidak tanda tangan kontrak tidak boleh berangkat, ini pun tidak memakai surat alias lisan.  Batas waktunya pun hanya dua hari sampai hari ini. Kalau hari ini tidak mau tanda tangan dianggap mengundurkan diri," jelasnya. 

Tidak hanya itu, persoalan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga tidak sesuai harapan dan tidak ada kesepakatan dengan karyawan. 

"Ada sekitar 60 persen yang tanda tangan kesepakatan THR, hanya diberi THR sebesar Rp 1,2 juta. Padahal dalam Surat Edaran Bupati harus sesuai dengan UMK,"tandasnya. 

Dian Ratnasari yang mengaku sudah bekerja di PT Wasabi Inti Sukses selama tujuh tahun mengaku masih ingin kerja tapi tidak dengan sistem kontrak. 

Ia pun mengatakan selama kerja 12 jam honor yang diterimakan Rp 100 ribu, itu kalau ada riject menjadi tanggung jawab karyawan dengan memotong honor.

"Selama 7 tahun bekerja di sana tidak ada jaminan sosial tenaga kerja apapun, itu juga berlaku pada karyawan yang baru," ungkapnya. 
 
Ia berharap kepada Pemkab Batang melalui Disnakertran untuk melakukan mediasi dengan Perusahaan PT Wasabi.

"Saya minta 10 orang dapat dipekerjakan kembali dan bangun kembali hubungan yang harmonis yang tidak merugikan perusahaan dan karyawan," katanya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertran Batang, Budi Setyaningsih mengatakan, akan mengkaji aduan dari 10 karyawan PT Wasabi dengan melihat data dukungnya serta meminta konfirmasi ke manjemen perusahaan. 

"Kita melihat regulasi dan kebenaran aduannya dengan melihat data dan fakta dari perusahaan. Kalau aturan kontrak  perusahaan bertentangan dengan regulasi di atasnya, itu kan tetap batal demi hukum," kata Budi Setyaningsih. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar