Dinkes Jateng: 87 Pasien Covid-19 yang Meninggal Ternyata Belum Divaksin

  Selasa, 15 Juni 2021   Ade Lukmono
ilustrasi vaksinasi (pixabay)

SEMARANG, AYOBATANG.COM -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan sebanyak 87 persen kematian pasien Covid-19 terjadi karena belum divaksin.

Data tersebut diambil dari kasus pasien Covid-19 meninggal antara 9 Mei sampai 13 Juni 2021.

Yulianto Prabowo mengatakan, saat ini vaksinasi memang menjadi kunci penanganan Covid-19.

Pasien Covid-19 yang meninggal itu, 87 persen ternyata belum divaksin. Sementara yang sudah divaksin dan meninggal itu hanya 2,3 persen, dan rata-rata baru vaksin dosis pertama. Artinya, yang belum divaksin memang masih sangat rentan, jelasnya, Senin 14 Juni 2021.

Untuk itu Yulianto meminta seluruh daerah di Jawa Tengah meningkatkan program vaksinasi. Meski vaksin masih belum mencukupi, tapi stok vaksin yang masih ada di berbagai daerah diminta dihabiskan.

Stok vaksin yang ada kami minta dihabiskan. Kami juga akan berupaya menambah vaksin dengan berkoordinasi pada Kemenkes agar dapat perhatian, pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota yang daerahnya masuk dalam zona merah membuat kesepakatan bersama. Kesepakatan itu penting agar dalam penanganan Covid-19 tidak terjadi gesekan antar warga.

Perlu kesepakatan bersama di area yang zona merah. Contoh Kudus dan sekitarnya, mereka butuh kesepakatan bagaimana mengatasi pelintas batas, orang belanja, orang bekerja dan lainnya. Kalau aturannya tidak sama, maka ini akan menimbulkan potensi gesekan, katanya.

Ganjar mengatakan siap menengahi para Bupati/Wali Kota terkait kesepakatan itu. Hari ini, dirinya telah memerintahkan seluruh sekda untuk rapat membahas kesepakatan-kesepakatan bersama itu.

Yang perlu dibahas umpama kalau ada warga dari Kabupaten/Kota lain bagaimana mengatasinya, apakah dites atau diambil sampling. Kedua, bagaimana mengatur waktu atau tata cara beribadah, karena Sragen sudah mengusulkan dan disepakati MUI setempat untuk beribadah di rumah, jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar