Ditemui Bupati Wihaji, Ini Kisah Nelayan Batang yang Selamat dari Kecelakaan Laut

  Selasa, 19 Januari 2021   Muslihun
Bupati Batang Wihaji saat menemui Kadarso (30) korban kecelakaan laut yang selamat ditemukan oleh nelayan lokal Jepara.

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Bupati Batang Wihaji menemui Kadarso (30), seorang nelayan asal Batang yang selamat dari kecelakaan laut di perairan Jepara. Dia ditemukan nelayan setempat terjadi pada Rabu, 13 Januari 2021 lalu. 

Kadarso dan Sairi merupakan dua di antara 14 anak buah kapal (ABK) KM Berkah Abadi yang tertabrak oleh kapal tanker di peraiaran laut Jawa, Sabtu, (9/1/2021), pukul 00.00 WIB. 

Kedua nelayan tersebut sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD RA Kartini Jepara. Karena kondisinya sudah membaik kedua korban diperbolehkan pulang, namum Sairi belum bisa pulang ke rumah karena harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang untuk kesembuhan luka – lukanya. 

“Kita hadir ke rumah korban untuk memastikan kesehatan nelayan asal Batang yang selamat, adapun Sairi kita pastikan mendaptkan perawat di RSUD Kalisari Batang,” kata Wihaji

Hingga kini dari 14 ABK yang berada di kapal nahas tersebut, baru dua korban selamat yang ditemukan dan 12 lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR. 

“Harapan kita dari 12 ABK bisa ditemukan selamat, dua korban selamat sudah 4 hari terombang abing di laut. Saya kira ini berkat pertolongan Tuhan,” ungkap Wihaji.

Ia pun meminta kepada keluarga korban yang belum ketemu agar tabah menghadapai musibah. 

“Korban selamat kita perhatikan, korban yang belum ketemu terus kita tindak lanjuti lakukan pencarian. Untuk keluarga semoga tabah menghadapi musibah ini, Pemkab akan mendampingi korban dan  memberikan bantuan,” katanya.

Wihaji juga meminta kepada pihak yang menabrak kapal nelayan Batang segara lapor pihak kepolisian.  

“Saya harap ada pihak yang berwenang menindaklanjuti kecelakaan laut ini dengan mencari informasi kepada korban yang selamat,” jelasnya. 

AYO BACA : BPBD Batang : Banjir Terjang 4 Lokasi, 1 Rumah Roboh dan Jembatan Putus

Semantara, Kadarso mengungkapkan, saat kecelakaan. Ia hanya melihat kapal tanker bercat warna merah yang menabarak kapalnya. 

“Kalau nama kapal tanker saya tidak tahu, yang saya tahu warna cetnya merah. Saya kira juru mudi (nakhoda) tahu kapal tanker yang menabarak tapi orangya belum ketemu,” katanya.

Kadarso juga menceritakan, dari 14 ABK semua bertahan dengan mengapung menggunakan styrofoam.

“Awalnya kita ngumpul menggunakan gabus satu – satu dengan berpegangan tali agar tidak berpencar, lalu di pagi harinya juru mudi pergi entah kemana, terus, teruai di hari kedua. Tiga orang minta berpisah mencari pertolongan dan tiga orang lagi meminta pisah lagi karena melihat sudah dekat dengan pelabuhan Jepara,” katanya. 

Ia pun mengatakan kalau saja gabusnya bagus, ketiga korban bisa selamat karena hanya butuh waktu 3 jam untuk mendarat tapi kalau tidak bagus bisa terkena ombak dan ke tengah lagi. 

“Waktu subuh saya sudah lihat kapal nelayan tapi mereka tidak melihat saya hanya mendengar suara minta tolong karena gelap, tapi ketika nelayan itu mau pulang siang harinya saya teriak lagi minta tolong ke nelayan dan akirnya saya ditolong,” katanya.

Ia pun mengatakan selama 4 hari tidak makan. Dia mengaku hanya mengandalkan air hujan untuk minum agar bisa bertahan hidup. 

Diceritakan, 14 ABK milik Kapal milik Hermanto warga desa Klidang Wetan Batang tersebut yang mengalami kecelakaan laut berangkat dari Pelabuhan Batang pada 9 Januari 2021 pukul 18.00 WIB menuju perairan Laut Jawa. 

Adapun 12 korban nelayan asal Batang yang belum ditemukan yaitu Faizin warga desa Klidang Lor, Deky Satyo asal desa Klidang Lor RT 01/ 03, Botok asal dukuh Seturi desa Klidang Lor, Tri Aji Pujianto desa Klidang Lor RT 01/03, dan M Muhrobin Jl RE Martadinata RT 04/01.

Selanjutnya, Angga Rifki S asal desa Klidang Lor RT 04/01, Saiful asal desa Klidang Wetan, Ajik Slamet S dukuh Kebonan RT 04/04 Kelurahan Proyonanggan Utara, Taufik H desa Klidang Lor, Rozikin Klidang Lor, Kashendrayani desa Kilidang Wetan dan M Bahrul Ulum desa Klidang Lor RT 01/03. 

AYO BACA : Banjir Batang, 80 Rumah di Karangasem Utara Terendam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar