Ini Daftar Sekolah yang Rusak Pascagempa di Sulawesi Barat

  Minggu, 17 Januari 2021   Fitria Rahmawati
Gempa meluluhlantahkan bangunan di Sulawesi Barat. Kemendikbud kini mendata sekolah yang rusak akibat gempa/ SAR via Suara.com

JAKARTA, AYOBATANG.COM - Pascagempa yang melanda Sulawesi Barat di wilayah Mamuju dan Majene, banyak fasilitas umum yang rusak termasuk bangunan sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai mendata sekolah yang rusak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Hendarman mengatakan, Kemendikbud menerjunkan tim dalam membantu para korban pascagempa di Sulawesi Selatan.

Mereka yang diterjunkan, kata dia, memiliki tugas untuk membantu satuan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang terkena dampak gempa. Pihaknya juga telag telah membuka dua posko di Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD Dikmas) di Kabupaten Mamuju, dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Kabupaten Majene.

AYO BACA : Hati-hati! Jalur Pantura Brebes-Pemalang Rusak dan Berlubang

Dalam pendataan sementara, terdapat 10 sekolah di Kabupaten Majene dan 14 sekolah di Kabupaten Mamuju, serta tiga sekolah di Kabupaten Mamasa terdampak gempa dengan kondisi sekolah rusak berat, sedang, dan ringan.

"Kemendikbud saat ini masih mendata sekolah yang terdampak gempa,” kata Hendra, Sabtu.

Di Kabupaten Mamuju, lima sekolah dengan kondisi kerusakan kategori ringan, yakni SDN Inp. Tajimane, SDN 2 Tapalang, SDN Serang, dan SDN Taan Galung, SMPN 3 Mamuju.

AYO BACA : IPM Rendah, Rata-rata Masyarakat Batang hanya Lulus SD

Selain itu, tiga sekolah dengan kondisi kerusakan kategori sedang, yakni SDN Inp. Kasambang, SMPN 2 Tapalang, dan SMAN 2 Tapalang. Sekolah dalam kondisi rusak berat, yakni SMKN 1 Rangas, SMPN 2 Mamuju, TK Pembina Terpadu, TK Alquba Kasiwa, TK Aisyah Axuri, dan TK Anggrek Pampioang.

Di Kabupaten Majene terdapat lima sekolah dengan kondisi kerusakan kategori berat, antara lain TK Pertiwi Malunda, SDN 18 Inp. Banua, SDN 004 Mekatta, SMKS Bunga Bangsa, dan SMKN 6 Majene.

Selain itu, dua sekolah dengan kerusakan kategori sedang adalah SDN 009 Sasende dan SDN 12 Inpres Pettabeang, tiga sekolah dengan kerusakan kategori ringan, antara lain SDN 16 Tanisi, SMP 1 Malunda, dan SMAN 1 Malunda, sedangkan Kabupaten Mamasa terdapat tiga sekolah dengan kondisi kerusakan kategori ringan, yakni SDN 008 Pangandaran, SDN 10 Baruru, dan SMPN 4 Aralle.

Kerusakan kategori berat akibat gempa, antara lain bangunan sekolah dan dinding sebagian besar roboh, sedangkan kategori sedang antara lain plafon sekolah jebol, atap roboh, ada beberapa dinding roboh dan retak sebagian, serta kategori ringan, plafon sekolah jebol, dinding retak, dan pagar roboh.

Kemendikbud melalui LPMP dan BP PAUD Dikmas Provinsi Sulawesi Barat telah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan darurat kebutuhan pokok bagi para korban, di antaranya makanan, pakaian, tenda darurat, dan peralatan belajar.

“Tim dari LPMP dan BP PAUD Dikmas Sulawesi Barat langsung terjun ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan pokok yang darurat bagi para korban,” kata dia.

AYO BACA : Bupati Batang Ngaku Pernah Dituntut Mahasiswa, Minta Kejelasan Beasiswa

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar