Batang Terima Dana Bagi Hasil Cukai Rp7,5 Miliar

  Kamis, 19 November 2020   Muslihun
Wakil Bupati Batang Suyono menghadiri sosialisasi ketentuan bidang cukai yang betlangsung di Hotel Dewi Ratih Batang. (Muslihun kontributor Batang)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Pemerintah Kabupaten Batang mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp7,4 miliar tahun 2020. 

\"Alhamdulilah tiap tahun DBHCHT Kabupaten Batang selalu meningkat. Pada tahun ini Batang mendapatkan Rp7.4 milliar,\" kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Batang, Windu Suriadji, Kamis (19/11/2020). 

Dana tersebut dialokasikan per kecamatan sebesar Rp25juta diperuntukan sosilalisasi meningkatkan aspek kesehatan seperti stunting dan Open Defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. 

AYO BACA : Komunitas Vespa Pustakawan Indonesia Kampanyekan Literasi di Tengah Pandemi

\"Alokasi tersebut berdasarkan regulasi PMK No.07/PMK.07/2020 dana hasil bagi cukai 50% digunakan untuk bidang kesehatan,\" katanya saat sosiasasi ketentuan bidang cukai di Aula Hotel Dewi Ratih. 

Selain itu, BBHCHT juga untuk memberikan sosialiasi terkait barang kena cukai ilegal dan peredaran rokok ilegal. 

\"Mudah- mudahan dana ini dapat meningkatakan kesejahteraan di aspek kesehatan terlebih di masa pandemi Covid-19 \" tambahnya.

AYO BACA : 2 Juta Tenaga Pendidik Non-PNS Terima Subsidi Upah dari Kemendikbud

Sementara Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan, DBHCHT merupakan sumber pendapatan daerah yang 50 persen lebih digunakan untuk penanganan aspek kesehatan. 
Selain itu digunakan untuk pembangunan insfrastruktur seperti jalan usaha tani.

\"Saya harap dana ini dapat dioptimalkan untuk penanganan aspek kesehatan di masyarakat khususnya stunting dan ODF,\" pinta Suyono.

Ia pun menegaskan, terkait program gempur rokok ilegal diharapkan pelaku usaha tidak menjual rokok ilegal. 
Sebagai solusi Pemkab menjembatani pelaku usaha rokok untuk mendapatkan legalitas untuk meningkatakn bisnisnya. 

\"Saya harap dinas terkait bisa memberikan edukasi pelaku usaha, jangan sampai dibubarkan usahanya namun dorong legalitas usahanya. Sehingga pelaku usaha bisnisnya meningkat, negara mendapatkan cukainya,\" tutupnya.

AYO BACA : Lansia di Batang Terjaring Operasi Yustisi Masker Satgas Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar