Peduli Lingkungan, Ini yang dilakukan Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang

  Rabu, 18 November 2020   Muslihun
Muhammad Ismail, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang gelar pelatihan ecobrick kepada sejumlah anak-anak.(dok)

WARUNGASEM, AYOBATANG.COM- Muhammad Ismail (22) Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang menggelar pelatihan pembuatan ecobrick kepada anak-anak di Desa Pandansari Kecamatan Warungasem, Batang.

AYO BACA : Gulirkan Hibah Pemberdayaan Ekonomi, Bupati Ingin Tunjukkan Peran RT

Ia memilih anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar karena memiliki semangat dan keingintahuan yang tinggi terhadap hal-hal baru di lingkungan mereka, serta melatih untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. 

AYO BACA : Cegah Covid-19 Tak Perlu Biaya Mahal, Cukup 3M

\"Pelatihan ini dilakukan juga untuk mengisi waktu luang anak-anak agar lebih kreatif lagi,\" kata Muhammad Ismail.

Dijelaskan, dipilihnya ekobrik selain mengurangi dampak pencemaran lingkungan dengan sampah plastik. Kegiatan ini juga mendukung Pemkab Batang yang lagi menggalakkan ecobrick di setiap wilayahnya.
 
\"Jumlah sampah plastik dari limbah rumah tangga jumlahnya cukup banyak, sampah tersebut butuh puluhan tahun untuk terurai. Dengan kegiatan ini masyarakat  bisa sadar untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan,\" jelasnya.
 
Dillanjut, ecobrick salah satu cara untuk mendaur ulang sampah plastik dijadikan bata yang ramah lingkungan.
 
\"Caranya sangat mudah, hanya memasukkan sampah plastik yang sudah dipotong kecil-kecil ke dalam botol air mineral bekas hingga padat dan botol menjadi keras. Setiap botolnya diisi 200 gram sampah plastik,\" ungkapnya.
 
Kegiatan Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang tersebut mendapat apresiasi dari salah satu warga Desa Pandansari Kecamatan, Kholidin (60) yang menuturkan,  kegiatan pelatihan ecobric yang melibatkan anak - anak cukup efektif.

\"Sampah plastik yang semakin hari semakin menumpuk, dengan pelatihan ecobrick ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan,\" jelasnya.

Selain itu menurutnya, pelatihan ini mempunyai nilai seni yang tinggi dan juga bernilai ekonomi serta menambah keakraban kepada anak-anak.

AYO BACA : Bupati Wihaji Minta Sosialisasikan Vaksin Covid-19 Halal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar