Komunitas Vespa Pustakawan Indonesia Kampanyekan Literasi di Tengah Pandemi

  Rabu, 18 November 2020   Muslihun
Sejumlah siswa mempelajari biografi salah satu pahlawan Indonesia. (dok)

BATANG, AYOBATANG.COM- Pembelajaran jarak jauh berbasis online semakin mempererat hubungan pelajar dengan gawai di masa pandemi.

Intensitas penggunaan gawai turut meningkat sebagai sarana hiburan bagi anak. Seperti bermain Tiktok, YouTube, Game, dan sarana hiburan lainnya.
 
Tak jarang, kini banyak pelajar lebih mengenal nama-nama artis ataupun selebgram yang wara-wiri di medsos. 

Hal ini tentunya miris mengingat banyak pelajar yang kini minim pengetahuan terkait wawasan kebangsaan. Khususnya mengenal tentang sejarah dari pahlawan-pahlawan Indonesia. 

AYO BACA : Pernah Tinggal di Tiongkok, Sejoli Ini Rintis Kampung Mandarin

Sadar akan pengaruh tersebut, Komunitas Vespa Pustaka Indonesia begerilya membumikan literasi di tengah masyarakat. Seperti yang dilakukan Komunitas Vespa Pustaka Indonesia yang hadir dari kampung ke kampung. 

Kehadiran relawan literasi tersebut digawangi oleh Ratih guru SMPN 5 Batang, kerap kali dinanti anak-anak kampung siap menerima ilmu yang akan dibagikan para anggota komunitas Vespa Pustaka Indonesia. 

Relawan komunitas mencoba mengenalkan beberapa tokoh pahlawan Indonesia. Mulai dari Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Pangeran Antasari, Jendral A Yani dan lainnya.
 
Awalnya sebagian dari mereka tak mengenal nama-nama yang disebutkan para anggota Komunitas Vespa Pustakawan Indonesia.
 
Meski begitu di antara mereka pun ada yang lupa-lupa ingat dan ragu untuk menjawab. Sementara yang lainnya meski salah, mereka mencoba memberanikan diri untuk menjawab. 

AYO BACA : Cegah Covid-19 Tak Perlu Biaya Mahal, Cukup 3M

Dari diskusi singkat tersebut, kemudian Ratih dan salah satu anggota mulai bercerita terkait riwayat perjuangan para pahlawan. Lewat cerita merekalah, para bocah tersebut lama-lama antusias mengenal sosok pahlawan yang baru saja diceritakan.
 
\"Karena sudah lama tidak sekolah (tatap muka) jadi lupa mbak,\" tutur seorang pelajar, Andin. 
Melihat kondisi tersebut, Ratih memang menganggap hal tersebut wajar. 

Apalagi di tengah gempuran globalisasi ini, ada juga anak yang lebih mengenal publik figur macam youtuber dan selebgram ketimbang para pahlawan bangsa. 

\"Kalau ini sih masih lumayan mending, ada juga yang malah lebih tau soal awkarin lah, Reza Arap dan selebgram atau youtuber lainnya. Oleh karenanya di sini saya juga ajak mereka untuk mengenal pahlawan bangsa, sekaligus memperingati hari pahlawan, untuk menanamkan rasa kecintaan mereka terhadap bangsa,\" tutur Ratih saat hadir di Desa Depok Kecamatan Kandeman.

Oleh sebab itulah ia memutuskan untuk bergerilya ke desa-desa untuk berbagi informasi dengan anak-anak. Ia sadar sebenarnya anak-anak pun merindukan suasana sekolah dengan sistem tatap muka.
 
\"Anak-anak itu sudah kangen tatap muka. Hanya saja karena situasinya begini mereka jadi lebih lengket dengan gawai. tetapi tidak full untuk belajar yang diselingi dan bahkan kadang lebih banyak menghabiskan untuk game atau hiburan,\" imbuhnya.
 
Dengan kehadirannya, ia ingin mendekatkan anak-anak dengan dunia nyata mereka. Lebih ke bersosialisasi langsung dengan teman-teman mereka dan belajar bersama menggali bakat mereka. Serta menanamkan budaya literasi di tengah pandemi dengan melaksanakan 3M. 

\"Tentunya kami selalu ingatkan anak-anak untuk melaksanakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Sehingga kita mencegah agar anak bisa tetap belajar bersama di tengah pandemi,\" tuturnya.

Tak hanya sekadar berbagi ilmu lewat diskusi dan permainan, pihaknya juga terkadang menghadirkan beberapa materi. Seperti menyajikan aneka buku bacaan, menggelar bersih-bersih lingkungan sekitar, mengadakan lomba baca puisi dan kegiatan literasi lainnya.

AYO BACA : Cegah Covid-19 Tak Perlu Biaya Mahal, Cukup 3M

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar