Covid-19 Hantam Perekonomian, Pemerintah Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Utang

  Rabu, 18 November 2020   Muslihun
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal Ludy Arlianto (Muslihun/kontributor Batang)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Salah satu tantangan bersama dari dampak dari Covid-19 perekonomian Indonesia tertekan sampai ke titik yang paling rendah.

"Di triwulan II pertumbuhan ekonomi kita turun hingga minus 5 persen, triwulan III minus 3%, artinya kalau dalam bahasa akademisnya kita mengalami resesi," katanya kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal Ludy Arlianto.

Namun demikian, kita sudah melewati minus terendah yakni minus 5% dan sekarang tren pertumbuhan ekonomi sudah mulai naik.

"Kita sudah melewati jurang yang paling dalam dan sekarang tren nya mulai naik. Maka momentum itu harus kita ambil,"ungkapnya Ludy Arlianto, Rabu (18/11/2020) saat memberikan sambutan kelas ekomomi kreatif di Pendopo Kabupaten Batang.

Hal ini tidak lepas dari peran Pemerintah dalam penempatan dana dan distribusi pinjaman untuk program pemberdayaan UMKM untuk menggerakan perekonomian.

Dijelaskan pula oleh Ludy Arlianto, OJK Tegal sampai bulan Oktober kemarin telah mencatat data restrukturisasi utang pelaku usaha di wilayah eks karsidenan Pekalongan sudah mencapai angka Rp7,5 triliun.

"Daribdata pengusaha yang meminta utangnya direstrukturiasi ada sekitar 180.000,"jelasnya.

Untuk menguatkan perekonimian masyarakat terutama di sektor usaha, Pemerintah memperpanjang kebijakan restrukturisasi. 

Karena pandemi covid-19 yang melanda dunia belum tahu kapan akan berakhir, begitu juga di Indonesia. 

"Pemerintah sudah mengambil keputusan akan diperpanjang kebijakanya, karena salah satu titik penting untuk menggerakan perekonomian,"pungkasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar