Wihaji Bawa Neiha Penderita Kanker Getah Bening ke Rumah Sakit

  Jumat, 16 Oktober 2020   Muslihun
Bupati Wihaji memberikan semangat sebelum Neiha Salwa Sihab, penderita kanker getah bening dievakuasi ke RSUD Kalisari Batang, Jumat (16/10/2020). (Muslihun/ Kontributor Batang)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Bupati Batang Wihaji membawa Neiha Salwa Sihab (11) penderita kanker getah bening ke rumah sakit.
 Neiha selama ini hanya bisa berbaring di kasur lantai.

\"Sesuai dengan pernyataan saya entah siapapun yang jadi prioritas kita bantu. Apalagi melihat kondisi fisik Neiha yang sudah agak parah harus dilakukan langkah - langkah cepat untuk memulihkan kondisi fisiknya dulu,\" kata Wihaji, Jumat(16/10/2020). 

Neiha dengan berat badan 15 kg harus mendapatkan asupan makanan agar berat badannya seimbang dengan usianya.

\"Saya minta dibawa ke rumah sakit agar ada penanganan khususnya untuk meningkatkan berat badannya berdasarkan saran dokter. Karena fisiknya lemas dan seumur dia berat badannya 30 kg,\" kata Wihaji.

AYO BACA : 4 Perawat Puskesmas di Batang Positif Covid-19, Dua Puskesmas Ditutup 2 Hari

Menurut riwayat, Neiha Salwa Sihab sudah pernah dikemo di RSUP Kariadi Semarang tapi belum berhasil maka tahapan selanjutnya akan di sinar.

\"Saya sudah telepon RSUD Kalisari Batang untuk evakuasi, segara tangani pulihkan fisiknya, baru tahapan berikutnya penyakit kanker getah bening dikoordinasikan ke RSUP Dr Kariadi Semarang,\" jelasnya. 

Karena biaya pengobatannya sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, maka Pemkab membantu operasional pengobatannya.

\"Sementara Neiha kita rawat di rumah sakit, selama satu minggu pekerjaan ayahnya sebagai ojek online kita ganti dan operasional pengobatan Pemkab Batang juga bantu,\" jelas Wihaji. 

AYO BACA : Fenomena Meranggas Daun Pohon Cengkeh, Petani Batang Makin Terpuruk

Neiha Salwa Sihab (11) anak pasangan Sukasno (42) dan Tulas Agustina dua bulan terakhir ini hanya bisa berbaring di kasur lantai. 
Ia pun sudah bolak-balik menjalani rangkaian pengobatan. Mulai dari pengobatan medis maupun pengobatan alternatif.

Setelah beberapa kali menjalani kemoterapi, bocah kelas 6 SD itu sudah kehilangan kekuatan untuk menopang tubuhnya. Ditambah, rasa pening dan nyeri yang kadang menyerang tubuh mungilnya yang kini hanya berbobot sekitar 18 kilogram.

Namun justru benjolan yang muncul semenjak Neiha kelas 2 SD ini semakin membesar. 
Terlebih ketika anak kedua dari empat bersaudara ini menjalani beberapa kali biopsi, untuk mendeteksi keganasan kankernya. 

Bolak-balik Batang Semarang pun pernah dijalaninya hingga tiga kali lebih dalam sebulan. Suatu ketika, Neiha bahkan mampu menahan rasa sakitnya, hanya mengendarai motor berdua dengan ayahya saja. 

Namun, perjuangan yang telah diupayakan Neiha dan keluarga dalam menjemput kesembuhan belum berakhir. Bahkan setelah menjalani kemoterapi, sel-sel kanker di tubuh Neiha belum bisa sepenuhnya hilang. 
Neiha yang tercacat sebagai warga Dukuh Kebanyon Kelurahan Kasepuhan Batang itu tinggal bersama keluarganya di rumah dinas sederhana sekitar 6x2,5 meter milik SDN Kasepuhan 01 Batang yang cukup lapuk. 

Karena tidak memiliki rumah sehingga pihak kelurahan dan sekolah memberikan izin untuk menghuni rumah dinas guru tersebut. 

AYO BACA : Polisi Pasang Alat ukur Kecepatan di Jalan Tol Semarang- Batang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar