Progres Proyek GOR Indoor Batang Terlambat 8%

  Jumat, 16 Oktober 2020   Muslihun
Proyek pekerjaan GOR Indoor bertempat di Jl dr Sutomo Batang.(dok)

BATANG, AYOBATANG.COM- Progres proyek pembangunan GOR Indoor Kabupaten Batang hingga saat ini mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditentukan. 
Namun pihak PPKom optimistis proses pengerjaannya bisa selesai tepat waktu.  Upaya untuk mengejar progres pekerjaan, DPU PR sudah menegus rekanan.

\"Ada keterlambatan 8 persen. Saat ini masih pemasangan tiang pancang, dan perakitan pele cet. Kita juga sudah menegur pihak rekanan agar bisa dipercepat mengejar progres ketertinggalanya,\" Kata Kabid Tata Bangunan dan Lingkungan DPU PR, Satriyo Rah Wicaksono kepada Ayosemarang.com , 
Jumat (16/10/2020). 

Sebagai upaya pihak PPKom sendiri setiap Minggu melakukan evaluasi dan monitoring terhadap progres pembangunan. 

AYO BACA : Pakar Sejarah Sebut Peradaban Batang Lebih Tua dari Dieng

Dari hasil monitoting dan evalusinya pihak rekanan ada inisiatif mengejar ketertinggalan.

\"Saat ini pihak rekanan sudah mendatangkan besi atau bahan material lainnya. Hal itu menunjukkan adanya inisitaif dari kontraktor untuk mengejar ketertinggalan,\" jelas Kabid Tabaling.

Ia pun menuturkan, saat ini hampir 800 ton besi sudah didatangkan dan dirakit untuk pele cat sebagai pengikat pondasi sebelum didiringan kolom di bagian atasnya.

AYO BACA : Pakar Sejarah Sebut Peradaban Batang Lebih Tua dari Dieng

\"Proses pembangunannya sendiri sebenarnya sangat simpel. Termasuk nantinya akan ada proses pengurukan untuk meninggikan kontruksi tanahnya,\" ungkapnya.

Satriyo Rah Wicaksono juga menambahakan, PPkom bersama kepala dinas secara rutin melakukan pengecekan progres pembangunan. Selain itu, kita juga sudah melakukan pengecekan untuk bahan pabrikan matrial gor indoor di pabrik yang ada di Pati dan Pasuruan. 

\"Dari hasil pengecekan, Insyaallah kebutuhan matrial sudah mencukupi, sehingga tinggal dilakukan perakitan saja,\" pungkasnya. 

Dalam pekerjaan proyek tersebut sesuai dengan kontrak akan berlangsung selama 109 hari kalender dengan nilai kontrak sebesar Rp13.6 miliar.

AYO BACA : Pakar Sejarah Sebut Peradaban Batang Lebih Tua dari Dieng

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar