Habib Lutfi: Perjuangan TNI Tegakan Merah Putih Tidak Mulus

  Jumat, 16 Oktober 2020   Muslihun
Doa bersama HUT ke-75 TNI yang menghadirkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Habib Lutfi bin Ali bin Yahya dilaksanakan secara protokole kesahatan ketat. (dok)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Habib Lutfi bin Ali bin Yahya mengatakan, perjuangan TNI sampai pada usia 75 tahun untuk tetap tegakanya merah putih tidaklah mulus.

"Sampai pada usia ke 75 tahun, TNI berjuang tegaknya merah putih tercatat dalam sejarah tidak mulus," kata Habib Lutfi Bin Yahya, saat doa bersama HUT ke-75 TNI di Gedung Hj Nanik, Wonotunggal Batang.

Berbagai tragedipun telah tercatat dalam sejarah seperti pada tahun 1948 yang dikenal dengan peristiwa Madiun dan juga berbagai perjuangan TNI yang banyak korban nyawa demi tegaknya NKRI, lanjutnya.

"Oleh karena itu,  peringatan ini dapat membangun sejauh mana kita merasa memiliki, sejauh mana anak kita mengerti perjuangan TNI,"Ungkap Watimpres, Kamis (15/10/2020).

Habib Lutfi Bin Yahya juga berharap agar sedini mungkin anak - anak sedikit di berikan pemahan, sehingga mengerti jerih payah dan perjuangan para TNI dan Polri dalam menjaga NKRI.

"TNI dan Polri merupakan putra putri terbaik yang memiliki tugas bersama rakyat menjaga kedaulatan dan demi keutuhan NKRI," jelas Kyai Kharismatik.

Wakil Bupati Batang, Suyono yang ikut hadir mengatakan, Cinta terhadap negara Indonesia jangan hanya menerima haknya saja, tapi juga harus berkontribusi menjaga kesatuan dan kesatuan bersama TNI dan Polri.

"Mengimplemntasikan Pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara merupakan wajib bagi rakyat Indonesia. Hal ini pun merupakan wujud kontribusi menjaga NKRI dan membantu tugas dari TNI dan Polri," kata Suyono 

Sementara Komandam Kodim 0736 Batang, Letkol Inf Dwison Evianto mengatakan, Karena masih dalam masa pandemi covid-19 perayaan HUT TNI dilaksanakan cukup sederhana. Doa bersama HUT TNI ke 75 ini juga dilaksanakan dengan protokol keshatan ketat dan disiarkan secara virtual di 13 Koramil yang mengjadirkan tokoh masyarakat.

"TNI kuat karena berasama rakyat menjaga NKRI dari bahaya dan ancaman dari dalam maupun luar negeri," pungkas, Letkol Inf Dwison Evianto.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar