Fenomena Meranggas Daun Pohon Cengkeh, Petani Batang Makin Terpuruk

  Kamis, 15 Oktober 2020   Muslihun
Sejumlah pohon cengkeh di Desa Surjo Kecamatan Bawang mengalami fenomena mranggas daun. (dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM- Fenomena meranggasnya daun pada pohon cengkeh yang hingga kini belum ditemukan solusinya, membuat petani di Batang semakin terpuruk di tengah pandemi covid-19.
Beberapa petani cengkeng pun hanya bisa pasrah melihat puluhan pohon mati secara perlahan. 

Kondisi itu menyebabkan pendapatan petani cengkeh mengalami penurunan drastis. 
Fatoni petani cengkeh asal Desa Surjo, Kecamatan Bawang, saat ditemui Ayosemarang menuturkan puluhan pohon cengkeh miliknya mati secara mendadak. 

AYO BACA : Ikut Swab Test Gratis, 6 Orang Positif Covid-19

\"Tahun ini tahun susah, selain ada covid-19 puluhan pohon cengkeh punya saya mati karena daunnya meranggas,\" paparnya, Kamis (15/10/2020).

Dilanjutkannya, dari 50 pohon yang ia miliki, panen tahun lalu bisa mencapai 2,5 ton cengkeh.

AYO BACA : Polisi Pasang Alat ukur Kecepatan di Jalan Tol Semarang- Batang

\"Tahun lalu harga cengkeh Rp 50 ribu, dan setiap pohon bisa menghasilkan 50 kilogram setiap tahunnya. Tahun ini hanya bisa melihat tanaman cengkeh mati perlahan,\" paparnya. 

Fatoni mengaku, matinya pohon cengkeh di masa paceklik sangat memberatkannya.

\"Saya tidak punya penghasilan, karena 50 pohon yang saya miliki mati semua,\" ujar Fatoni yang sudah menjadi petani cengkeh sejak 1971 itu.

Sementara itu, Ahmad petani cengkeh lainya, meminta dinas terkait memberi solusi, karena fenomena tersebut dialami hampir semua petani cengkeh. 

\"Obatnya apa kami juga belum jelas, saya pikir hanya Covid-19 yang belum ada obatnya, ternyata penyakit pohon cengkeh juga belum ada obatnya,\" imbuhnya.

AYO BACA : Sakit Kanker Getah Bening, Keluarga Neiha Berharap Bantuan Biaya Berobat

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar