Polisi Pasang Alat ukur Kecepatan di Jalan Tol Semarang- Batang

  Kamis, 15 Oktober 2020   Muslihun
Dirkamsel Polri Brigjend Pol Dr Chrisnanda Dwilaksana didampingi Korlantas AKBP Hendro, Kasubdit Kamsel Polda Jawa tengah AKBP Yunaldi, Kasat lantas Polres Batang AKP Doddy Triantoro saat survei pemasangan alat ukur kecapatan dan kamera di ruas jalan tol Semarang- Batang.

BATANG, AYOBATANG.COM -- Direktur Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen Chryshnanda Dwilaksana menyurvei pemasangan alat pengukur kecepatan kendaraan dan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di ruas jalan tol Semarang-Batang, Rabu (14/10/2020).

Brigjen Chryshnanda mengatakan amanat Undang-undang lalu lintas memerintahkan untuk membangun, memelihara lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar. 

AYO BACA : Mistis Kampung Se Bimo, Hanya Dihuni Tujuh Rumah di Desa Brokoh Batang

\"Oleh karena itu, akan kita pasang alat pengukur kecepatan kendaraan dan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tepatnya di KM 362 A Ruas Jalan Tol Semarang-Batang,\" kata Brigjen Chryshnanda Dwilaksana,Rabu (14/10/2020).

Dijelaskan pula, rencana pemasangan alat tersebut untuk mengkaji kecepatan kendaraan dan mengatur kecepatan, yang merupakan bagian dari upaya mengimplementasikan amanat Undang-undang lalu lintas.

AYO BACA : Sakit Kanker Getah Bening, Keluarga Neiha Berharap Bantuan Biaya Berobat

\"Audit kecepatan Ini sangat mendasar dan penting untuk kita selalu peka dan peduli akan keselamatan bagi diri kita maupun orang lain,\" jelas Brigjen Chryshnanda Dwilaksana usai melakukan survei.

Ia menambahkan, pemasangan alat tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan serta membangun budaya tertib.

\"Pemasangan alat ini bagian dari memberikan pelayanan prima, dan alat tersebut juga baik dalam kondisi Emergency sekalipun,\"  tutur Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana. 

Menurutnya pemasangan atau penggunaan alat audit kecepatan merupakan bagian dari memanajemen kecepatan, karena batas kecepatan minimal 60 dan maksimal 100 km/jam.

\"Ketika kecepatan minimal tidak terpenuhi akan terjadi perlambatan bahkan bisa membuat kemacetan dan apabila kecepatan maksimal dilanggar dapat berdampak pada fatalitas korban kecelakaan,\" terang Dirkamsel Polri Brigjend Pol Dr. Chrisnanda Dwilaksana.

AYO BACA : Ikut Swab Test Gratis, 6 Orang Positif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar