Rusak Parah, Komisi D DPRD Batang Sidak Galian C di 2 Desa

  Jumat, 11 September 2020   Muslihun
Sejumlah anggota DPRD Batang sidak galian C yang berada di Desa Babatan dan Plumbon Kecamatan Limpung. (dok)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Kerusakan yang ditimbulkan aktifitas penambangan galian C yang ada di Desa Babatan dan Desa Plumbon Kecamatan Limpung di Sidak Komisi D DRPD Kabupaten Batang.

Kerusakan yang ditimbukan di lahan seluas seluas 3 hektar diantaranya bantaran sungai dan persawahan produktif dan lebih parahnya lagi penambang tidak memgantongi izin. 

"Galian C di antara wilayah Desa Babatan dan Plumbon ini sudah sangat parah merusak lingkungan. Jika diteruskan, maka bisa membahayakan lingkungan sekitar," ungkap Ketua Komisi D, Fathurrohman, disela-sela sidak ke lokasi penambangan, Kamis (10/9/2020).

Berdasarkan pantauan Komisi D di lokasi, aktifitas penambangan mengambil matrial berupa batu kali. Proses pengambilanya dilakukan menggunakan dua alat berat, galianya hingga mencapai kedalaman beberapa meter yang tidak jauh dari jembatan  penghubung 2 desa. 

"Melihat kondisi yang ada penambangan tanpa memperdulikan lingkungan sekitar, terbukti adanya beberapa bekas galian yang cukup lebar dan dalam. Jika nanti musim hujan debit air sungai naik, kami tak bisa membayangkan dampak yang akan terjadi," jelas Fathurrohman. 

Ironisnya lagi, meskipun jelas-jelas tidak berijin, disinyalir ada perangkat desa yang terlibat dalam aktifitas penambangan tersebut. Padahal jelas-jelas aktifitas penambangan di alur sungai Petung tersebut bisa mengancam jembatan dan juga bendung yang ada di desanya.

"Kita tadi sudah minta pada pihak Dinas Lingkungan Hidup yang juga ikut ke lokasi untuk secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait agar mengambil langkah tegas dalam menyikapi penambangan ilegal tersebut," tegas anggota dewan dari Fraksi PKB ini.

Sementara itu, Perangkat Desa Plumbon, Eryanto mengungkapkan, pada awalnya penambangan matrial batu kali di aliran Sungai Petung dilakukan secara manual. Sehingga matrial yang diambil tidak terlalu banyak, dan kondisi lingkungan sekitar juga tetap terjaga.

"Penggunaan alat berat mulai dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Sedangkan untuk kawasan yang ditambang sendiri berada di wilayah Desa Plumbon dan Babatan," kata Eryanto.

Ibnu Djoko P dari DLH Pemkab Batang menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Satpol PP dan juga pihak Provinsi.

"Hasil dari sidak lapangan secepatnya kita koordinasikan dengan instansi terkait agar bisa diambil langkah-langkah yang diperlukan," tandas Ibnu Joko.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar