Cuaca Mendukung, Hasil Panen Daun Bawang Meningkat

  Kamis, 10 September 2020   Muslihun
Sejumlah petani Desa Pranten Kecamatan Bawang lakukan panen raya daun bawang, Kamis (10/9/2020). (Muslihun/Kontributor Batang)

BAWANG, AYOBATANG.COM -- Desa Pranten Kecamatan Bawang terletak di dataran tinggi Dieng dengan suhu berkisar 20°C hingga 27°C di siang hari dan 17°C hingga 22°C di malam hari.

Dengan suhu udara yang dingin dan tanahnya yang subur, wilayah Desa Pranten sangat cocok ditanami tanaman sayuran. Tidak sedikit, bahkan hampir semua warganya mencari nafkah dari pertanian. 

AYO BACA : Covid-19 Meningkat, Bupati Batang Usulkan Raperda Penanggulangan Penyakit Menular

Di musim kemarau kali ini petani bisa tersenyum lebar, pasalnya panen dari hasil pertaniannya cukup menggembirakan.
 
Seperti yang dialami oleh Syaifudin (50) petani Desa Pranten. Ia mengaku hasil panen pertanian tanaman daun bawang berlimpah dan harganya pun cukup tinggi.

\"Panen raya musim ini harga mencapai Rp5.000, harga ini naik dibandingkan dengan panen sebelumnya yakni Rp4.000 rupiah per kilogram, \" katanya, Kamis (10/9/2020). 

AYO BACA : Pemuda di Batang Tolak KAMI, APNB Milih Dukung Upaya Pemerintah Tangani Covid-19

Di lahan miliknya, hasil panen mencapai tiga ton dengan luasan lahan sekitar 2 petak yang dipasarkan ke sejumlah pasar di Wonosobo. 

Ia menambahkan, meningkatnya hasil produksi karena cuaca bagus dan sistem pengairan lebih baik sehingga tanaman daun bawang tidak kekurangan air.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pamgam Kabupaten Batang Heru Yowono saat memantau panen raya mengatakan, tanaman daun bawang hasil panenya 10 kali lipat dalam luasan tanam perseribu meter pesegi menghasilkan 6 sampai 7 ton. 

\"Kalau harga masih mrnganut harga pasar sehingga petani belum bisa mandiri harga,\" jelasnya.

Heru Yuwono juga mengungkapkan, selain daun bawang dan kentang Desa Praten juga cocok untuk tanaman bawang putih karena memiliki ketinggian 1.500 Mdpl.

\"Di sini sangat cocok bawang putih dengan varietas lumbu hijau, terbukti hasil panenya mencapi 20 ton perhektar,\" pungkas Heru Yuwono.

AYO BACA : Omzet UMKM Turun 50% di Tengah Pandemi, Pemkab Batang Ajari Jualan Online

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar