90% Perusahaan di Batang Tak Lapor LKPM

  Selasa, 14 Juli 2020   Muslihun
Kantor DPMPTS Kabupaten Batang. (dok)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Ratusan perusahaan di Kabupaten Batang tidak Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Hal tersebut dikatakan kepala Dinas Penanamam Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sri Purwaningsih di kantornya.

"Hanya 10% perusahaan di Batang yang lapor LKPM," katanya, Selasa(14/7/2020).

Ia menjelaskan, fungsi LKPM untuk mengetahui besaran kegiatan investasi atau uang yang berputar di Kabupaten Batang.

Dalam LKPM tercantum realisasi modal, investasi, tenaga kerja, produksi, dan penyampaian permasalahan.

"Jadi jumlah gaji untuk pegawai, bahkan pembayaran listrik pun dicatat, sehingga mengerahui berapa besar uang yang dibelanjakan di Batang," katanya.

Di Kabupaten Batang ada 45 perusahaan besar dan 101 perusahaan sedang yang wajib mengisi LKPM.

Akibat minimnya laporan, maka data realisasi investasi Kabupaten Batang pun terbatas pada perusahaan yang lapor.

"Contohnya triwulan pertama, nilai realisasi investasi tercatat Rp3,7 triliuan hasil laporan 10% perusahaan itu. Pada triwulan dua prediksi nilai realisasi investasi di kisaran Rp1,5 triliun dari laporan 27 perusahaan," jelasnya.

Sri menduga penurunan nilai realisasi investasi karena pandemi Covid-19.

Kabid Penanaman Modal, Cahyaningrum mengingatkan pada perusahaan yang tidak menyerahkan LPM bisa kena sanksi.

Selain peringatan. Sanksi terberat hingga pencabutan izin.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar