Peci Buatan Santri Batang Pernah jadi Hadiah untuk Presiden

  Rabu, 20 Mei 2020   Muslihun
Para Santri yang menjadi warga belajar di PKBM Bima saat membuat produk peci.(dok)

LIMPUNG, AYOBATANG.COM - Ponpes Roudotul Muhtadin Dlisen, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Para santri yang juga warga belajar PKBM Bima diajari berwirausaha memproduksi peci songkok. 

Peci buatan para santri itu sudah pernah dihadiahkan untuk Presiden Jokowi.
 
Ketua Pengelola PKBM Bima, H Tarmidi SPd MSi mengungkapkan, permintaan peci songkok bermerk Al-Mihrab saat Ramadan dan menjelang lebaran tetap terjaga.  Meski demikian jumlahnya menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

AYO BACA : Polisi Tangkap Kembali Habib Bahar, Diduga Terkait Ceramah Usai Bebas

\"Kondisi Covid-19 ini memang penjualan menurun. Tetapi Alhamdulillah masih tetap produktif. Santri memang sudah diliburkan, tetapi stok produksi aman karena kami sudah maksimalkan produksi sejak sebelum Ramadan,\" ungkap Tarmidi.

Ia mengatakan, produksi pesi pada tahun sebelumnya tembus 50 kodi. Tahun ini hanya 35 kodi.

AYO BACA : Bulan Ramadan Volume Sampah di Batang Naik 15%

\"Peci songkok Al-Mihrab harganya bervariasi. Peci dipatok mulai dari harga Rp340 ribu hingga Rp800 ribu per kodinya. Harga ini tergantung kualitas bludru dan motif bordirnya,\" jelasnya.

Tarmidi menjelaskan, awalnya tidak menyangka usahanya akan berkembang dan bisa produktif. Pasalnya awalnya usaha itu hanya program keterampilan dan pelatihan.

\"Awalnya memang hanya ada tiga warga belajar saja yang bisa. Namun setelah mereka berbagi ilmu dan mengadakan pelatihan, akhirnya usaha peci songkok bisa berkembang seperti saat ini,\" imbuhnya. 

Ia berharap produksi usaha ini bisa mengembangkan keterampilan para santri. Sehingga mereka tak hanya punya ilmu agama dari nyantri, tetapi mereka juga punya pendidikan nonformal dari Paket C PKBM, dan juga bisa memiliki skill kewirausahaan. 

AYO BACA : Bulan Ramadan Volume Sampah di Batang Naik 15%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar