Kuda Lumping Ambarawa Meriahkan Panggung Kahanan Seri ke-7

  Selasa, 19 Mei 2020   Abdul Arif
Sanggar Tari Rawa Pening dari Ambarawa memeriahkan Panggung Kahanan ke-7 di Puri Gedeh, Senin (18/5/2020). (dok)

SEMARANG, AYOBATANG.COM- Pertunjukan tari jaran kepang atau kuda lumping turut memeriahkan Panggung Kahanan ke-7 di Puri Gedeh, Senin (18/5/2020). Penampilan lima penari perempuan itu tergabung dalam Sanggar Tari Rawa Pening dari Ambarawa mengundang daya tarik tersendiri.

Gestur tubuhnya enerjik, begitu juga saat memainkan kuda lumpingnya. Mereka mengusung lakon Laskar Nyi Gadung Melati.

AYO BACA : Setelah Berikan Santunan Bupati Batang Minta doa Anak Yatim

Nyi Gadung Melati diyakini warga Kabupaten Semarang sebagai cikal bakal. Sehingga tarian yang diciptakan salah satunya untuk melestarikan cerita tersebut.

Ketua Paguyuban Kendali Sodo, yang menaungi Sanggar Tari Rawa Pening, Sudarso Sukristanto menuturkan bahwa Nyi Gadung Melati adalah legenda yang dihormati di daerahnya.

AYO BACA : Pengacara Ungkap Alasan Habib Bahar bin Smith Ditangkap Polisi Lagi

"Nyi Gadung Melati itu legenda tapi benar-benar ada sejarahnya, karena makamnya juga ada. Ia merupakan cikal bakal di daerah kami," ujarnya.

Sehingga, Paguyuban Kendali Sodo mencoba melestarikan sekaligus mengenalkan cerita sejarah itu melalui kesenian kuda lumping.
"Kami membentuk kesenian kuda lumping ini salah satunya untuk melestarikan cerita Nyi Gadung Melati," paparnya.

Dalam Panggung Kahanan kali ini juga dimeriahkan kesenian tari Sekar Mayang yang dibawakan oleh Asri Mawasti Studio. Tak kalah menarik, juga penampilan SMG48 band, Vandemi Band, Sangkala band dengan lagu Iwan Fals.

Selain itu, pembacaan puisi dari sejumlah penyair seperti Timur Sinar Suprabana, Fransisca Ambar K, dan Imam Subagyo.

AYO BACA : Polisi Tangkap Kembali Habib Bahar, Diduga Terkait Ceramah Usai Bebas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar