Tolak Lockdown, HNSI Batang Bagi-bagi Masker Gratis

  Rabu, 01 April 2020   Adib Auliawan Herlambang
Pengurus DPC HNSI Kabupaten Batang membagikan masket kepada masyarakat nelayan, Rabu (1/4/2020). (Muslihun/kontributot Batang)

BATANG, AYOBATANG.COM -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayanan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang menolak jika Pemerjntah Daerah terapkan kebijakan local lockdown.  

Hal tersebut disampaikan ketua DPC HNSI Kabupaten Batang Teguh Tarmujo usai membagikan masker untuk pencegahan pandemi Covid-19, di Tempat Pelelangan Ikan Desa Klidang Lor Kecamatan Batang, Rabu (1/4/2020). 

"Kalau lockdown, TPI tutup dampaknya sangat luar biasa, akan berimbas pada nelayan yang jumlahnya sepuluh ribuan, belum sektor lain yang berkaitan dengan perikanan akan bermasalah juga, " kata Teguh Tarmujo 

Tidak hanya itu lanjutnya, kerawanan sosial akan muncul seperti tindakan kriminal dan pencurian akibat dari imbas kesulitan ekonomi karena lockdown.  

"Saya mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang bisa mengatasi semua dampak, jangan terlalu ketakutan yang berlebihan terhadap Covid-19 sehingga mengabaikan masalah ekonomi,"pintanya. 

Masyarakat nelayan tidak luput terkena dampak virus korona, yang berakibat nilai jual ikan sangat merosot drastis karena penampung dan pabrik hasil perikanan sudah banyak yang tutup. 

"Hampir semua ikan nilai jualnya terjun bebas, seperti Ikan Gembung kalau dulu perkilonya Rp40 ribu sekarang Rp25 ribu," jelasnya. 

Teguh Tarmujo sangat apresiasi kepada Bupati Batang Wihaji yang menegaskan tidak ada isolasi wilayah sehingga tidak ada penutupan TPI. 

"Kita sangat mendukung upaya pemerintah memberikan pencerahan terhadap masyarakat tentang bagaimana menangkal virus, dengan tidak menghalangi masyarakat beraktifitas mencari penghasilan," ungkapnya.  

Sebagai kepedulian untuk pencegahan tertularnya pandemi Covid-19, HNSI membagikan sebanyak 1500 masker untuk masyarakat nelayan.  

"Ini untuk mendukung upaya pemerintah manangkal virus korona, namun demikian kita tidak bisa semunya masyarakat nelayan mendapatkan masker, karena jumlahnya terbatas, " tutupnya.  


 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar