1.317 Pemudik dari Zona Merah Covid-19 Tiba di Batang

  Selasa, 31 Maret 2020   Abdul Arif
Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono bersama anggota Satlantas Polres Batang mengecek suhu tubuh pemudik di stasiun Batang, Selasa (31/3/2020). (Muslihun/Kontributor Batang)

BATANG, AYOBATANG.COM-- Di tengah masih merebaknya virus korona di Indonesia, seribuan warga Kabupaten Batang mudik dari zona-zona merah Covid-19. Mereka mudik dengan kendaraan bus.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, berdasarkan laporan dari Dinas Perhubungan, untuk pergerakan penumpang yang masuk Batang dari Jakarta periode 23-30 Maret 2020 sebanyak 1.317 orang. 

"Warga Batang yang mudik dari Jakarta berasal dari Kecamatan Bawang 527 orang, turun di Terminal Limpung 280 orang, Terminal Bandar 500 orang," jelasnya.

AYO BACA : Gegara Covid-19 Stok Darah Menipis, PMI Batang Sebarkan Pesan Berantai

Untuk jumlah penumpang kerata api yang turun di stasiun Batang dari arah Jakarta dari tanggal 1-30 Maret 2020 sebanyak 10 orang, lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono menjelaskan, untuk langkah antisipasi pergerakan migran Dishub bersama Satlantas Polres Batang pada senin 30 Maret 2020 melaksanakan penyemprotan disinfektan di Stasiun Batang, Terminal Banyuputih, Terminal Limpung, Terminal Bawang, Terminal Reban, Terminal Bandar serta terminal-terminal bayangan.

"Jumlah personil yang kita terjunkan untuk melakukan penyemprotan 30 orang terdiri dari Dishub sebanyak 20 orang dan satlantas Polres Batang 10 orang," jelasnya.

AYO BACA : Duh, Bayi Dibuang di Jembatan Merah Tol Kalikuto

Dijelaskan pula kedatangan penumpang  di wilayah Kabupaten Batang rata-rata tiba Pukul 02-03 pagi. Sebagai antisipasi di setiap terminal sudah disediakan hand sanitizer serta alat pengukur suhu tubuh (thermal).

"Migran atau pemudik yang tiba di Wilayah Kabupaten Batang oleh petugas dishub kita arahkan untuk melapor ke Puskesmas maupun kantor kepala desa setempat," ungkap Murdiono.

Kepala dishub juga menjelaskan dari hasil koordinasi dengan pengusaha angkutan untuk angkutan pariwisata dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Wilayah Kabupaten Batang perhari Jumat 27 Maret 2020 sudah tidak beroperasi lagi.

"Moda transportasi angkutan pedesaan yang beroperasi, sesuai kesepakatan pengusaha angkutan siap menyediakan hand sanitizer di armada yang beroperasi," tutup Murdiono.

Sebagai tambahan informasi Dishub Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan surat nomor 1588/-1.819.611 perihal Penghentian Layanan Bus AKAP, antar jemput antar provinsi (AJAP) dan angkutan Pariwisata sehingga diharapkan tidak ada lagi migran/pemudik yang datang dari wilayah DKI Jakarta.

AYO BACA : Tim Asesmen Covid-19, Meminta PLTU Punya Skenario Penutupan sementara

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar