Polres Batang Tetapkan Tersangka Pelaku Sunatan Masal Fiktif

  Selasa, 25 Februari 2020   Abdul Arif
Kapolsek Kota Batang AKP Asfauri saat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Sukirno pelaku penipuan berkedok sunatan masal di Polsek Kota.

BATANG, AYOBATANG.COM-- Kepolisian Resort Batang melalui Polsek Batang menetapkan Sukirno (40) sebagai tersangka kasus sunatan masal fiktif yang berlangsung pada Minggu (23/2/2020). 

Tersangka merupakan oknum LSM Barata RI sebagai pelaku utama kasus penipuan penyelenggaraan khitan massal di Gedung Korpri, Kecamatan Batang.

Kapolres Batang AKBP Abdul Waras melalui Kapolsek Batang AKP Asfauri mengatakan setelah melakukan pemeriksaan dan berdasarkan pungumpulan barang bukti yang ada, polisi menetapkan Sukirno (40) warga Tirto Kabupaten Pekalongan sebagai tersangka.

"Setelah kita melakukan pemeriksaan berdasarkan barang bukti dan melalui penyidikan kita tetapkan Sutrisno sebagai tersangka," jelas AKP Asfauri Selasa (25/2) di Polsek Batang.
 
Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka yaitu dalam penggalangan dana dengan mendatangi ke sekolah dasar yang ada di Kecamatan Batang, untuk meminta uang Rp100 ribu kepada  calon anak yang akan dikhitan.
 
"Untuk melancarkan kegiatannya, tersangka juga membuat undangan kehormatan penyelenggaraan khitan massal, sebanyak 180 undangan dibagikan pada para donatur di wilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan yang totalnya mencapai Rp9 juta," jelas AKP Asfauri.

Ia juga menjelaskan tersangka meminjam nama LSM Barata RI untuk melakukan aksi penipuannya.
 
"Tersangka hanya meminjam nama LSM Barata RI, yang telah mendapatkan kompensasi sehingga bisa menggunakan namanya untuk melakukan aksinya," jelasnya. 

Berdasar pengakuan tersangka Sukirno, gagalnya penyelenggaraan kegiatan khitan massal itu karena uang yang sudah terkumpul dari para donatur sudah habis digunakan oleh tersangka dan dibagikan pada kelompoknya.

"Khitan massal tidak jadi diselenggarakan karena uang yang sudah terkumpul telah habis digunakan untuk kebutuhan pribadi tersangka, dan dibagi dengan kelompoknya yang ikut membantu menyebar dan meminta uang pada para donatur," katanya.

Atas aksi penipuannya tersangka Sukirno dikenakan pasal 378 tentang penipuan yang ancaman kurungan penjara di atas lima tahun. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar