Wihaji Tegaskan Guru PAUD Harus S1 untuk Dapat BOSDA

  Senin, 20 Januari 2020   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji saat berdialog dengan para guru.

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM--  Bupati Batang Wihaji meyampaikan kepada guru - guru Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) belum bisa mendapatkan honor personalia dari Bantuan Operasional Daerah (BOSDA).

"Ini merupakan kebijakan laman Pemerintah pusat yang harus kita ikuti. Regulasi tersebut tentang standar pelayanan minimal yang mensyaratkan pendidik minimal sarjana atau S1," jelas Wihaji.

Menurut Wihaji, sesuai Permendagri 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal, sehingga kalau  anggaran honorarium guru yang tidak sesuai dengan syarat standar minimal dianggap melanggar regulasi.

AYO BACA : Cek Kolam Retensi, Ganjar Ingatkan Ini pada Pemkot Tegal

"Bukan kita tidak berpihak tapi regulasi yang tidak memperbolehkan, maka kita sebut pendamping guru karena belum sesuai dengan undang - undang," jelasnya.

Wihaji juga berencana untuk memberikan tunjangan kemahalan atau tambahan kesejahteraan untuk guru yang mengajar di daerah - daerah atas seperti, Gerlang dan Pranten.

Guru Paud dari Kelompok Belajar Dahlia Kecamatan Bandar,, M Yusup meminta kebijakan bupati agar guru - guru PAUD dengan pendidikan terakhir SMA mendaptkan honorarium personalia Bosda.

AYO BACA : Polsek Pedurungan Amankan AS Saat Mau Jual Sabu

"Dengan adanya regulasi yang mensyaratkan tenaga pendidik minimal S1, maka guru yang tidak sarjana tidak mendaptkan honorarium Bosda, hanya mendapatkan Bantuan Operasinoal Non Personalia (BOP) besaranya Rp 150 ribu per tahun,"kata M Yusup.

Dijelaskan pula, kalau dulu sempat mendapatkan honor untuk guru berpendidikan terakhir SMA yakni Rp 250 ribu, S1 linier Rp350 ribu perbulanya.

"Untuk Guru PAUD yang sudah sarjana di Batang belum mencapai 50 persen, yang lainya masih masih study lanjut," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Achmad Tofik menjelaskan untuk BOSDA tahun 2020 total anggaran sebesar Rp 44 M.

"Bosda tersebut untuk TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri, untuk honorarium guru maupaun TAS/Penjaga lewat Bosda Personalia," jelasnya.

Berdasarkan data calon penerima Bosda tahun 2020 untuk guru PAUD yang sudah memenuhi syarat sebanyak 704 calon. Untuk TK negeri sebanyak 31, TK swasta 330, KB TPA dan SPS Swasta sebanyak 343.

AYO BACA : Pimpinan KAS Terima Wangsit Bangun Kerajaan, Modal Dokumen Palsu Berdayai Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar