Cegah Banjir, Sungai Jenes dan Krengseng Segera Dikeruk

  Kamis, 16 Januari 2020   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji meninjau aliran sungai di tiga lokasi yang terjadi sedimentasi parah di Jenes dan Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kamis (16/1/2020). (Ayobatang.com/Dwi Ariadi)

GRINGSING, AYOBATANG.COM-- Pascabanjir bandang yang melanda tiga desa di Kecamatan Gringsing yakni Desa Yosorejo, Desa Krengseng dan Desa Sidorejo, Pemkab Batang meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menormalisasi sungai.

Banjir yang terjadi pada Senin (13/1/2020) malam itu mengakibatkan 60 rumah warga terendam banjir. Masing- masing 30 Rumah di Desa Yosorejo dan Krengseng.

AYO BACA : Tilang Elektronik di Semarang Segera Berlaku, Surat Diantar Langsung ke Rumah

Untuk mengantisipasi dan meminimalisir kejadian tersebut terulang kembali, Pemkab Batang segera melakukan pengerukan dan pelebaran sungai.

\"Perlu langkah cepat dan darurat sebelum Februari, Pemerintah Provinsi akan membantu pengerukan titik-titik yang menjadi pusat-pusat sedimentasi, mungkin satu Minggu bisa selesai,\" kata Bupati Batang Wihaji, Rabu (15/1/2020) saat sidak di Kecamatan Gringsing.

AYO BACA : PLN Luncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Pertama di Jateng

Sebelumnya, aliran sungai di tiga lokasi tersebut terjadi sedimentasi parah di sungai Jenes dan Krengseng yang melewati tiga desa  Tidak ada penanganan sedimentasi semenjak 40 tahun lalu. Aliran sungai yang awalnya sekitar 20 meter kini tersisa 3 sampai 4 meter.

\"Sudah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba. Selama ini sungai di sini memang tidak tersentuh, sehingga ada yang ditanam sengon, kacang, dan sayur,\" ujarnya.

Banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. \"Yang paling terlihat di lahan pertanian ada kurang lebih 100 hektar lahan pertanian di 7 desa yang terkena dampak banjir,\" kata Wihaji.

Untuk penanganan jangka panjang akan dilakukan normalisasi sungai. \"Seandainya kami melakukan normalisasi harus bekerjasama dengan tokoh masyarakat, lurah, kemudian dari Kepolisian. Biar nanti tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Yang jelas kami komunikaskan semuanya,\" tandas Wihaji.

AYO BACA : Batang Dijadikan Pusat Pelatihan Tenaga Kerja Kemaritiman Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar