Pimpinan Kerajaan Agung Sejagat Terancam Pasal Berlapis

  Rabu, 15 Januari 2020   Abdul Arif
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana. (Ayosemarang.com/Vedyana Ardyansah)

SEMARANG TENGAH, AYOBATANG.COM -- Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana mengatakan, Pimpinan dari Keraton Agung Sejagat (KAS) yakni Totok Santoso Hadiningrat (42) dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja (41) diancam dengan pasal berlapis.

\"Keduanya diancam pasal 378 KUHP tentang penipuan. Selain itu, keduanya diduga melanggar pasal 14 UU RI No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Dimungkinkan juga akan diancam pasal lainnya,\" ujarnya usai konferensi pers di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020).

AYO BACA : Dragon Boat Racing di Sungai Sambong Meriah, Wihaji Inginkan Rutin Digelar

Selain itu, dalam pemeriksaan terhadap beberapa orang terkait berdirinya KAS di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo tersebut, dalam hasil penyidikan, terkuak adanya setoran dari anggota KAS yang ingin menjadi bagian dari kerajaan.

\"Mereka menyetorkan uang sebesar Rp3 Juta sampai Rp30 Juta. Mereka juga dijanjikan sejumlah jabatan di dalam kerajaan. Semakin tinggi nominalnya maka akan semakin tinggi pula jabatan yang akan diberikan,\" katanya.

AYO BACA : Warga Adukan Pungli E-KTP, Bupati Wihaji Marah saat Sidak Disdukcapil

Iskandar menyebutkan, setidaknya ada beberapa jabatan yang dijanjikan seperti sekelas menteri atau gubernur di dalam kerajaan. Sehingga hal tersebut menarik perhatian anggota untuk kemudian melakukan setoran.

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Jateng mengamankan Totok dan Dyah dengan sejumlah barang bukti di antaranya, KTP kedua pelaku, dokumen palsu berupa kartu-kartu keanggotaan, dan belasan saksi dari warga setempat.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, menanbahkan, jika Totok telah menerima wangsit agar mendirikan sebuah kerajaan. \"Dia mengatakan telah menerima wangsit untuk membangun kerajaan. Dari wangsit tersebut kemudian yang bersangkutan melengkapi kelengkapan dirinya untuk meyakinkan kepada orang-orang kalau tidak menjadi bagian dari kerajaannya akan mendapat malapetaka,\" katanya.

Pihak kepolisian pun melakukan 5 aspek penilaian untuk melihat fenomena Keraton Agung Sejagat tersebut. Yakni aspek Yuridis, Filosofis, Historis, Sosiologis, Ideologis. \"Dari aspek yuridis kami sudah mendapat bukti temukan, adanya motif untuk melakukan penarikan iuran dari masyarakat dengan cara tipudaya,\" tambahnya.

Kapolda menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terkait kasus penipuan seperti itu, sehingga masyarakat dapat lebih cerdas dan tidak terjadi banyak korban lagi. Selanjutya Polda Jawa Tengah akan melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

AYO BACA : Serentak, Polres Batang Tanam 2.100 Bibit Pohon di Pantai Muara Rejo

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar