Wihaji Mendadak Ikut Antre Ambil Obat Pasien, Ternyata Mau Cek Layanan Ini

  Rabu, 20 November 2019   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji mengambil obat pasien di Rumah Sakit Daerah ( RSUD) Kalisari Batang. (dok)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM- Tidak percaya dapat mempersingkat waktu pengambilan obat pasien di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kalisari Batang, Bupati Wihaji mencoba menjadi pasien rawat jalan poli umum.

\"Saya kira sistem aplikasi e-resep lumayan mempersingkat waktu, maksimal butuh waktu 30 antre resep ambil obat mungkin karena saya bupati,\" kata Wihaji, Rabu (20/11/2019).

Menurut dia, pengambilan resep memang butuh waktu karena harus meracik obat, dan biasanya resep dokter dari semua poli masuk ke apotek sehingga butuh waktu paling tidak hanya 30 menit karena banyaknya pasien.

\"Pasien hanya membawa nomor antre saja, dan bisa kira-kira waktu pengambilan obatnya, tidak harus kapan kepastian selesainya,\" jelas Wihaji.

Kasie Rekam Medis dan Pengembangan Mutu RSUD Kalisari, dr Feria Kurniawati  mengatakan, e-resep bermuara pada rekam medik konvensional, saat pasien mendaftar disiapkan rekam medis hard atau elektronik rekam medis.

\"Teknisnya e-resep muaranya pada rekam medik, maka dokter input rekam medis elektronik sekaligus menjadi oder ke farmasi yang bisa langsung membaca obat yang dibutuhkan pasien,\" jelas dr Feria.

AYO BACA : Ingin Ubah Stigma, RSUD Kalisari Batang Gelar Customer Gathering

Tidak hanya itu, e-resep juga punya manfaat lain untuk mengurangi stok order obat di di gudang farmasi. Sehingga ada dua manfaat yakni jalan pintas resep ke pasien dan juga stok gudang farmasi.

\"e-resep bisa langsung ke farmasi dan terbaca, cuma untuk penyiapan obat  tapi karena order resep dari klinik bersamaan sehingga butuh waktu. Padahal standar untuk pasien cuman 30 menit,\" kata dr. Feria

Ia pun menyayangkan prilaku pasien atau masyatakat Kabupaten Batang yang belum memanfaatkan pendaftaran online.

Padahal bisa mempermudah dan mempersingkat pengambilan resep obat di apotek apalagi untuk pasien BPJS akan lebih mudah dan cepat.

\"Budaya masyarakat belum yakin dengan pendaftaran online, kalau belum lihat langsung prosesnya belum mau. Sehingga kami  tetap melayanai rekam  medis pasien elektronik secara manual dan online,\" kata dr Feria

Adapun e-resep sudah berlanfsung sejak 2018 namun secara bertahap, karena peralihan dari manual ke elektronik ada beberapa dokter yang mengalami kendala. Tapi kalau sudah berjalan beedasarkan testimoni dokter bisa lebih cepat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar

//