Semester Kedua, Pendapatan Daerah Capai 64,10 persen

  Rabu, 02 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Rapat Koordinasi pencapaian pelaksanaan realisasi APBD 2019 Pemkab Batang

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Memasuki semester kedua capaian realisasi pendapatan sampai  bulan September baru 64,10 persen atau Rp 1.127.276.570.660.39 dari target pendapatan tahun 2019 yakni Rp 1.758.486.836.856.00. 

"Kita masih punya waktu tiga bulan untuk bisa sesuai target pendapatan. Oleh karea itu, harus dioptimalkan sisa waktu untuk mengejarnya," kata Bupati Batang Wihaji saat Rapat Koordinasi pengendalian operasional kegiatan terpadu pelaksanaan APBD 2019, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Senin (30/9/2019) sore.

Bupati juga meminta untuk memperlancar pengadaan barang dan jasa di setiap Oorganisasi Perangkat Daerah (OPD), maka semua OPD harus memiliki Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Karena ada 4 OPD dari dari 54 perangkat daerah yang belum memiliki PPKom

"Saya minta semua kebijakan atau program kerja OPD untuk kepentingan publik atau masyarakat, bukan atas dasar kepentingan diri sendiri," pintanya.

Dalam melakukan program kerja di setiap OPD  lanjutnya, senantiasa menciptkan inovasi, dengan prinsip efektif efisien sederhana atau bisa juga dengan Amati, Tiru dan Modifikasi ( ATM ) dengan memprioritaskan layanan publik.

Wakil Bupati Batang Suyono juga meminta kepada pimpinan OPD untuk memprioritaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD).

Kunci keberhasilan kepala daerah dilihat dari capaian RPJMD sebagai penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah.

"Jalan mulus dan irigasi terurus sudah masuk dalam RPJMD maka sebelum masa periode jabatan berakhit harus direalisasikan, karena kita sering mendapatkan kritikan dari masyarakat," jelas Suyono.

Sekda Kabupaten Batang Nasikhin  dalam laporan menjelaskan bahwa sampai dengan triwulan III atau masuk semester kedua untuk realisasi belanja tidak langsung capainya baru 60.65 persen atau Rp 683.835.493.584 dari pagu anggaran Rp 1.127.475.362.299. Untuk belanja langsung realisasinya 46.62 persen atau Rp 319.534. 731.737 dari pagu anggaran Rp 685.460.687.294.

"Untuk realisasi pendapatan meliputi Pendapatan Asli Daerah baru 61. 47 persen atau Rp. 144.588.246.741.39 dari target Rp 235.221.112.856. Untuk Dana Perimbangan realisasinya 68.33 persen atau Rp 767.704.470.945.00 dari target Rp 1.123.492.210.000.00. Lain - lain Pendapatan yang Sah 53.78 persen atau Rp 214.983.852. 974.00. dari target Rp 399.773.514.000." ungkapnya.

Ia juga menjelaskan untuk pekerjaan konstruksi lelang tahun 2019 ada 74 paket pekerjaan dengan nilai anggaran Rp 121.441.508.229, yang sudah selesai serarus persen ada 28 paket, masih dalam proses pelaksanaan 44 paket, kontrak 1 paket, tidak dilaksanakan 1 paket.

Disampaikan juga oleh Sekda bahwa ada 7 paket pekerjaan yang perlu mendaptkan perhatian yakni pembangunan jembatan Seturi dengan nilai anggaran Rp 18.101.178.000 dengan penyedia jasa PT Maga Karya Dari Pati, penatataan trotoar dan drianase Jalan Dr Wahidin Kecamatan Batang nilai anggatan Rp 4.000.040.000 penyedia jasa PT Budikarta Tama Intiarta Slawi, pembangunan Polsek Kandeman nilai anggaran Rp 608.765.000 penyedia jasa kontruksi CV. Putra Majapahit Batang, belanja modal aset tetap lainnya- pengadaan aset tetap renovasi Perpustakaan dengan nilai Rp 1.761.160.000. Penyedia CV. Umbul Mulyo Brebes. Pembangunan Puskesmas Subah nilai anggaran Rp 2.673.090.031 penyedia kontruksi PT karya Bumi Indah Jakarta.

Pembangunan Puskesmas Wonotunggal nilai anggaran Rp 4.629.959.714 penyedia kontruksi PT karya Bumi Indah Jakarta. Penataan Taman Jalan Kota Batang dr. Sutomo nilai anggaran Rp 1.694.855.000 oleh penyedia jas kontruksi CV Putra Pantura Batang.

"Adapaun serapan capaian keuangan, fisik dan pelaporan belanja langsung realissinya baru 46.62 persen atau Rp 319.534.731.737 dari pagu anggaran Rp 685.460.687.294. Hal ini disebabkan 7 OPD belum melaporkan sesuai dengan bulan laporan," jelas Nasikhin. (Dwi Ariadi)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar