Batang Berpeluang Raih Penghargaan Indeks Daya Saing tingkat Jateng

  Rabu, 11 September 2019   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji melakukan indeks daya saing di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah Semarang, Selasa (10/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang)

SEMARANG, AYOBATANG.COM -- Kabupaten Batang masuk 16 besar tingkat Jawa Tengah dalam Indek Daya Saing Daerah (IDSD).

Karena itu, Bupati Batang Wihaji mengikuti serangkaian tes untuk mendapatkan penghargaan di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah Semarang, Selasa (10/9/2019).

Kabid Riset dan Pengembangan  Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Tri Yuni Atmojo mengatakan, penilaiannya ada enam aspek meliputi, perencanaan, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur sarana dan prasarana model kerja, budaya inovasi, sistem informasi dan dokumentasi dan hasil inovasi.

"Uji pemaparan IDSD dinilai oleh tiga dewan juri yakni Marjoko ST MBA dari Media, Muhammad Amin Menristekdikti dan Prof Saratri Wiloonoyuda Dewan Rsiet Faetah Provinsi Jawa Tengah," Kata Tri Yuni Atmojo.

Sementara Prof. Saratri Wiloonoyuda selaku Dewan juri mengatakan, pemaparan yang disampaikan Bupati Wihaji sangat detail dari berbagai sisi dikupas, yang artinya selaku kepala daerah sangat mengetahui permasalahan daerahnya.

"Bupati Wihaji memiliki konsep pembangunan di Kabupaten Batang terutama di bidang investasi, pariwisata, pengembangan industri, UMKM, pengurangan pengangguran, kesejahteraan rakyat sangat konsen sekali, karena menguasai data," jelas Prof Saratri Wilonoyuda

Dia mengatakan, potensi mendapatkan penghargaan IDSD sangat betpeluang, karena dari leadership dewan juri sangat menghargai yang hadir sendiri dalam seleksi penilaian penghargaan.

"Kepedulian dan leadership memiliki nilai yang penting dan nilai lebih dibanding daerah lainnya, karena menunjukkan keseriusan komitmen," tutup Prof Saratri Wilonoyuda.

Bupati Wihaji dalam pemaparanya menyampaikan daya saing daerah Kabupaten Batang yakni meliputi ketersedian sumber energi PLTU 2x1000 MW, tol trans Jawa, double track kereta api, Pelabuhan, Jalur Pantura Jawa, Kawasan Industri 3.500 hektare, kemudahan investasi, tenga kerja yang murah.

" Untuk Potensi daerah wisata kita miliki topografi yang komplit yakni ada laut, daratan dan pegunungan yang potensi wistanya luar biasa, memiliki pertanian, industri, Batik, peternakan, perikanan, seni dan budaya UMKM," jelas Wihaji.

Ia juga mengatakan pihaknya terus berupaya mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki guna tercapainya kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.

"Pertumbuhan ekomomi Kabupaten Batang tahun 2018 mengalami kenaikan yang nilainya mencapai 5,72 persen dan nilai ini lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 5.32 persen dan pertumbuhan Provinsi Jawa Tengah yakni 5,17 persen," jelasnya. (Dwi Ariadi)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar