Terbongkar, Pengiriman Ganja 6,3 Kg di Jalan Tol Batang

  Sabtu, 07 September 2019   Dwi Ariadi
Satgas Pemberantasan Narkotika, BNNP Jateng bersama BNNK Batang menunjukkan barang bukti dan para tersangka kasus pengungkapan ganja pada Jumat (6/9/2019) di Kantor BNNK Batang. (Dwi Ariadi/Ayobatang.com)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Satgas Pemberantasan Narkotika, BNNP Jateng bersama BNNK Batang berhasil mengungkap kasus narkotika enam paket ganja seberat 6.3 kg.

Wakil Bupati Batang Suyono  mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras BNNK Batang yang mampu mengungkap dan membongkar kasus pengiriman narkoba berjenis ganja. 

"Semoga bisa dilakukan terus menerus operasi yang berdampak jeranya para gembong - gembong narkoba," kata Suyono Jumat (6/9/2019) di Kantor BNNK Batang.

Menurut Wabup, terbongkarnya gembong narkoba membuat  genarasi muda  bersih tanpa narkoba. Generasi muda tidak lagi terkontaminasi narkoba yang dapat menghancurkan masa depannya.

Kepala BNNK Batang Windarto mengatakan, terungkapnya kasus narkotika berawal dari BNNP Jawa Tengah akan ada pengiriman narkotika dari Jakarta yang masuk ke Jawa Tengah.

 "Atas laporan tersebut (Rabu, 4/9/2019) kita lidik dari jalan tol mulai dari Tegal sampai Batang, pada pukul 06.50 WIB di Km 343 Kecamatan Warungasem oleh petugas dihentikan kendaraan truk, dan digeledah ternyata di dalam tas ada  ganja seberat 6,3 kg," jelas Windarto

Dalam operasi tersebut, satgas pemberantasn narkotika juga mengamankan tiga orang, yakni SW (34) asal dari Mojosongo Boyolali, KH (32) asal Mudal Boyolali dan PM (27) asal Salatiga, serta mengamankan barang bukti 14 kendaraan bermotor roda dua yang berada di bak truk dengan nonor Polisi B 144 TDD.

"Ketiga orang yang kita amankan biasa membawa sembako dari Solo ke Jakarta yang ketika kembali membawa barang haram," kata Windarto.

Ia juga menduga aksi kejahatan tersebut dari jaringan Aceh atau kejahatan antar provinsi, yang diduga pengendaliannya dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) dari Brebes dan dimungkinkan dari Sragen.

Sementara Slamet(43) sopir truk mengaku hanya dititipi tas oleh sesorang yang tidak dikenalnya. Orang itu hanya  memberitahu bahwa barang tersebut adalah ganja. Mereka juga memberikan uang sebasar Rp1.5 juta sebagai ongkos pengiriman ke Semarang. 

"Saya bingung mau ditaruh dimana barang ganja titipan tersebut yang kiranya kita bawa, ini baru pertama kali bawa," kata Slamet.(Dwi Ariadi)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar