Mahasiswa KKN Undip Asal Batang Latih Ibu-ibu Olah Bekatul Jadi Brownis

  Kamis, 15 Agustus 2019   Dwi Ariadi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) memperlihatkan hasil olahan bekatul jadi brownis di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) berhasil memberdayakan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal dengan memanfaatkan bekatul yang selama ini hanya dijadikan pakan ternak.

Tim KKN yang dipelopori oleh Hazna Zhavira, mahasiswa Teknologi Pangan yang berdomisili di Kauman Kabupaten Batang menggelar pelatihan pemanfaatan bekatul. 
Menurut Hazna, pelatihan tersebut didasari oleh pemetaan potensi desa yang memiliki hasil pertanian yang melimpah, namun belum dikelola secara maksimal.

"Oleh karena itu, kita bersama teman-teman KKN memetakan hasil komoditas pertanian agar memiliki nilai ekonomi yang lebih," katanya.

AYO BACA : Pembunuhan ABG 16 Tahun di Tegal Terungkap, Pelaku Teman Dekat

Dari pemetaan, pihaknya menemukan komoditas utama desa adalah padi yang diolah  menjadi beras, namun hasil samping dari proses penggilingan padi tersebut seperti bekatul belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Masyarakat Desa Sidomulyo hanya memanfaatkan bekatul sebagai pakan ternak. Padahal bekatul memiliki kandungan  gizi yang baik untuk tubuh, salah satunya serat pangan. Bekatul dapat dimanfaatkan  menjadi bahan pangan yang enak dan juga sehat," jelasnya 

Agar masyarakat khususnya ibu rumah tangga memiliki peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, lanjut Hazna, maka tim KKN menggelar pelatihan pembuatan brownies yang berbahan dasar bekatul. 

AYO BACA : Kali Pertama dalam Sejarah, Bupati Wihaji Lantik Camat Perempuan

"Pelatihan kita gelar di Balai Desa Sidomulyo pada 25 Juli lalu dengan peserta pelatihan mayoritas ibu rumah tangga yang jumlahnya 25 orang," jelasnya. 

Pembuatannya tidak ribet dan bisa dibilang mudah, peserta pelatihannya juga bisa mengikuti dan paham cara pembuatanya. "Saya harapkan masyarakat Desa Sidomulyo dapat memanfaatkan dan mengembangkan bekatul sebagai bahan pangan sumber serat pensubstitusi terigu pada proses pembuatan brownies kukus, dan dapat menjadi peluang usaha yang kreatif dan inovatif," tutup Hazna Zhavira. 

Adapun dari proses pembuatan tepung bekatul diawali dengan proses pengayakan bekatul kemudian disangrai selama ± 10 menit dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga kering.

Untuk Proses pembuatan brownies kukus bekatul, diawali dengan potongan coklat batang dilelehkan bersama margarin. Selanjutnya, telur dan gula dikocok menggunakan mixer hingga larut kemudian tepung bekatul, terigu dan baking powder ditambahkan dan dicampur hingga rata. 

Langkah selanjutnya yaitu adonan coklat leleh dan vanili dicampurkan ke dalam adonan tepung. Adonan yang telah tercampur dituang ke dalam loyang lalu kukusan dipanaskan hingga mendidih kemudian loyang dimasukkan dan dikukus selama sekitar 30 menit.

AYO BACA : Bupati Wihaji Wacanakan Kendaraan Berat Wajib Masuk Jalan Tol

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar