Wabup Kecewa Banyak Camat Tak Hadir dalam Sosialisasi Bagi Hasil Cukai

  Senin, 24 Juni 2019   Dwi Ariadi
Wakil Bupati Batang Suyono memberikan pengarahan dalam Sosialiasai Kemanfaatan bagi Hasil Cukai Tembakau 2019 di Kantor Bupati, Senin (24/6/2019)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM - Wakil Bupati (Wabup) Batang Suyono meluapkan kekecewaannya dalam Sosialisasi Kemanfaatan bagi Hasil Cukai Tembakau 2019 di Kantor Bupati, Senin (24/6/2019). 

Pasalnya, banyak camat yang tidak hadir dan hanya mewakilkan staf kecamatan. Padahal, menurut Suyono, sosialiasai kemanfaatan bagi hasil cukai tembakau itu penting bagi kepala OPD, sehingga penggunaan anggaran tersebut bisa sesuai dengan tujuan hasil cukai tembakau untuk kemanfaatan masyarakat dan pengawasan barang ilegal. 

"Sosialisasi penting tapi banyak camat yang  tidak hadir yang tidak hadir. Saya meras kecewa dan tersinggung, banyak camat  yang mewakilkan stafnya," kata Suyono dengan muka kecewa.

Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Batang mendapatkan anggaran dari bagi hasil cukai  2019 mencapai Rp 7 milar. Anggaran ini digunkan untuk lima program dan 27 kemanfaatan dari hasil cukai yang harus di sosialisasikan ke masyarakat. 

"Bagi hasil cukai kita manfaatkan untuk pembangunan infrastruktur bidang kesehatan, dan sosialisasi penggunaan hasil cukai bagi masyarakat, serta untuk pembangunan infrastruktur lain," tegasnya. 

Dalam kesempatan itu, Suyono meminta kepada dinas terkait jika di Kabupaten Batang ada home industri pembuatan rokok, jangan langsung ditangkap atau diberantas, tapi diberikan pembinaan serta solusi agar taat terhadap cukai.
 
"Kita bina home industri, kita tuntun mereka dengan berikan pengertian tentang cukai. Banyak warga yang bekerja, tentunya akan berdampak jika lebih langsung diberantas, kasihan masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Tegal Nico Budhi Darma, menyampaikan bahwa cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat yang ditetapkan dalam undang-undang.

Di antaranya adalah konsumsinya perlu dikendalikan, peredaran perlu diawasi, pemakaian dapat menimbulkan dampak negatif serta perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

"Untuk barang yang kena cukai adalah metil alkohol, minuman mengandung metil alkohol serta hasil tembakau," papar Nico. 

Menurut dia, sSaat ini masih banyak ditemui pelanggaran di bidang cukai, yakni tidak dilekati pita cukai atau polos, menggunakan pita cukai palsu, pita cukai yang dilekatkan tidak utuh atau rusak serta salah untuk peruntukan. 

Dijelaskan oleh Nico,  setiap orang yang menjalankan kegiatan pengusaha pabrik, tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, penyalur dan pengusaha tempat penjualan eceran, maka wajib memiliki ijin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Batang, Subiyanto mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut hampir semua kepala OPD diundang tidak terkecuali 15 Camat, yang jumlah undanganya 130. 

" Kita juga undang kepela keluarahan dan kepala desa se Kecamatan Batang, pedagang rokok dan ada lima klaster UMKM kita undang juga," jelasnya.

Sosialisasi bagi hasil cukai tembakau tersebut, lanjut dia, untuk memberikan pemahaman kepada semua OPD dan masyarakat tentang cukai, dan kepabeanan dalam rangka meningkatkan sinergitas antar peredaran, pengawasan dan pengurusan izin ekspor, impor barang dan layanan fasilitas  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Tegal (KPPBC Tipe Pratama Tegal) untuk peningkatan perekonomian Kabupaten Batang.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar