Balai Bahasa Jateng Akan Beri Penghargaan kepada Pihak yang Memartabatkan Bahasa Indonesia

  Jumat, 21 Juni 2019   Arie Widiarto
Penerima dan nomine Penghargaan Prasidatama tahun lalu berfoto bersama bersama juri dan Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dr. Tirto Suwondo, M.Hum. (Berbaju putih kedelapan dari kanan). (Istimewa)

TEMBALANG, AYOBATANG.COM—Balai Bahasa Jawa Tengah akan memberikan Penghargaan Prasidatama pada instansi/lembaga atau perorangan yang memartabatkan bahasa Indonesia dalam beberapa ranah penggunaan di Jawa Tengah. Penganugerahan penghargaan tersebut juga diberikan pada buku-buku sastra bermutu yang terbit di Jawa Tengah. 

Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Tirto Suwondo menyatakan, penempatan bahasa Indonesia sesuai dengan kedudukan dan fungsinya memerlukan berbagai upaya dari berbagai pihak pemangku kepentingan, terutama pemerintah pusat dan daerah.

”Salah satu langkah untuk mewujudkan keinginan itu adalah melalui pemberian penghargaan. Penggunaan bahasa Indonesia diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan,” kata Tirto, Jumat (14/06/2019).

Menurut Tirto, undang-undang tersebut menegaskan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.

”Penghargaan Prasidatama ini diberikan dalam rangka mengapresiasi pemangku kepentingan strategis di seluruh wilayah Jawa Tengah, baik  instansi/lembaga maupun perorangan, yang berkomitmen dalam pemartabatan bahasa Indonesia dan apresiasi sastra,” tandasnya. 

Penghargaan Prasidatama diselenggarakan untuk memberikan penghargaan kepada lembaga/instansi dan perorangan yang berkomitmen mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia, menjamin mutu penggunaan bahasa Indonesia, mengapresiasi karya sastra, serta meningkatkan minat menulis dan membaca.

Batas akhir pengiriman berkas pada 30 Juli 2019, penjurian pada Agustus 2019, dan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan pada Oktober 2019.

Tim penilai/juri Penghargaan Prasidatama terdiri atas akademisi, praktisi, dan peneliti Balai Bahasa Jawa Tengah.

Adapun pemenang setiap kategori akan mendapatkan piagam penghargaan, trofi, dan uang pembinaan. Penerima Penghargaan mendapatkan uang pembinaan Rp10 juta dan nomine Rp2,5 juta untuk masing-masing kategori. Pajak hadiah ditanggung pemenang.

AYO BACA : Masyarakat Diminta Tak Persoalkan Zonasi PPDB

Penilaian Penghargaan Prasidatama 2019 meliputi kategori (1) penggunaan bahasa Indonesia di pemerintah kabupaten/kota, (2) penggunaan bahasa Indonesia di dinas pendidikan kabupaten/kota, (3) penggunaan bahasa Indonesia di SMK, (4) antologi puisi, (5) antologi cerpen, dan (6) novel. 

Sasaran penghargaan bahasa adalah instansi/lembaga pemerintah yang berkomitmen dalam memartabatkan bahasa Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut.

(1) Instansi/lembaga mengirimkan salinan dokumen naskah dinas yang meliputi surat edaran, surat tugas,  surat  keterangan,  surat  keputusan,  surat  undangan, laporan kegiatan, berita acara, notula, dan media publikasi.

(2) Instansi/lembaga mengirimkan foto papan nama lembaga, tulisan nama sarana umum, tulisan nama ruang pertemuan, tulisan nama produk barang dan jasa, tulisan nama jabatan, tulisan penunjuk arah atau rambu, dan tulisan spanduk atau alat informasi lain.

(3) Seluruh dokumen naskah dinas serta foto dijilid dan dikirim sebanyak tiga eksemplar.

(4) Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.

Sementara itu, sasaran penghargaan buku sastra adalah buku-buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) yang ditulis oleh penulis yang berdomisili dan berproses kreatif di Jawa Tengah serta diterbitkan oleh penerbit di Jawa Tengah dengan ketentuan sebagai berikut.

(1) Buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) yang dikirim adalah buku yang terbit dalam bahasa Indonesia.

(2) Buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) yang dinilai adalah buku yang ditulis oleh pengarang yang berdomisili dan berproses kreatif di Jawa Tengah (dibuktikan dengan fotokopi KTP).

AYO BACA : Ayo Lawan Hoaks dengan Cek Fakta

(3) Buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, atau pornografi.

(4) Buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) ditulis oleh satu atau lebih dari satu penulis.

(5) Buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) yang dinilai adalah buku yang diterbitkan oleh, baik penerbit anggota IKAPI maupun non-IKAPI Jawa Tengah tahun 2017—2018.

(6) Buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) yang dinilai   merupakan karya asli, bukan karya saduran, plagiasi (sebagian atau seluruhnya), atau terjemahan.

(7) Buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) yang dikirimkan tidak sedang diikutkan dalam sayembara apa pun.

(8) Penulis atau penerbit dapat mengirimkan lebih dari satu judul buku yang ditulis oleh penulis yang sama.

(9) Setiap penulis atau penerbit dapat mengikuti salah satu atau ketiga kriteria buku sastra (puisi, cerpen, dan novel).

(10) Setiap judul buku sastra (puisi, cerpen, dan novel) yang diajukan untuk dinilai dikirimkan kepada panitia sebanyak empat eksemplar.

(11) Buku yang sudah dikirimkan menjadi hak milik Balai Bahasa Jawa Tengah.

(12) Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
\nInformasi lebih lengkap bisa diperoleh di Balai Bahasa Jawa Tengah, Jalan Elang Raya 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang laman: balaibahasajateng.kemdikbud.go.id, atau pos-el: balaibahasa.jateng@kemdikbud.go.id.

AYO BACA : Ini Harapan Jokowi di Ulang Tahunnya ke-58

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar

//