10 Calon Pengusaha Dilatih Produksi Oleh-oleh Khas Batang

  Kamis, 13 Juni 2019   Dwi Ariadi
Disnaker mengadakan pelatihan pembuatan oleh-oleh khas Batang. (Dwi Ariadi/Ayobatang.com)

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM--Sebanyak 10 calon pelaku wirausaha bisnis mendapat pelatihan pengolahan makanan tradisional yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerja sama dengan Tim Bakri Purwokerto, Kamis (13/6/2019).

Para peserta dilatih mengolah makanan menggunakan bahan baku singkong. Hasil produknya akan dijadikan oleh-oleh khas Kabupaten Batang dan dipasarkan di Transit Orientide Development (TOD) Rest Area Tol Batang-Semarang sebagai hasil UMKM.

Kepala Disnaker Kabupaten Batang Tulyono menjelaskan, pelatihan ini mendatangkan narasumber dari Bakri Group Purwokerto.

AYO BACA : Bupati Wihaji dan Wabup Suyono Salat Id di Masjid Agung Darul Mutaqin

\"Makanan tradisional ini berbahan dasar singkong pantura  yang dijadikan bakpia wingko,\" terang Tulyono.

Dikatakan, Tim Bakri akan membantu mengajarkan pengolahan singkong, sedangkan Pemkab membantu pemasaran, baik di TOD ataupun di otlet-otlet yang memang khusus menjual makanan khas Batang serta penjualan melalui online.

Saat ini, ada 10 peserta pelatihan sebagai uji coba atau percontohan dan diharapkan mampu mengembangkan hasil dari pelatihan. Hasil dari pelatihan ini akan ditindaklanjuti dengan praktek pembuatan roti atau makanan lain. Peserta merupakan masyarakat yang pernah ikut pelatihan tata boga.

AYO BACA : Usai Apel Konsolidasi, Forkopimda Halal Bihalal Bersama TNI dan Polri

\"Nantinya ada makanan berupa roti, bakpia dan makanan khas lainnya yang memang bahan baku berasal dari singkong,\" jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono yang memberikan pengarahan berharap agar peserta pelatihan bisa tekun dalam belajar dan menyusun proses serta progres dengan baik. \"Jangan hanya komsumtif saja namun juga harus produktif dalam mengembangkan usaha,\" katanya.

Dalam mendukung program tersebut, Pemkab juga menyiapkan langkah-langkah, baik dalam membantu memfasilitasi permodalan maupun nantinya hal pemasaran.

Apalagi saat ini masih progres pembangunan TOD di rest area tol, sehingga produk makanan khas Batang tersebut bisa dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Batang.

\"Hal ini juga sebagai langkah dalam mendukung visi misi menumbuhkan 1.000 wirausaha baru di Batang, karena produk yang dipasarkan merupakan hasil dari UMKM masyarakat Batang,\" ujarnya.

AYO BACA : Arus Mudik Bergeser ke Jalan Tol, Posko di Jalur Pantura Relatif Sepi

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar