Batang Tiga Kali Raih WTP

  Sabtu, 18 Mei 2019   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ) sampai tiga kali berturut - turut dalam penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), Jumat (17/5/2019) di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, Semarang.

SEMARANG, AYOBATANG.COM- Bupati Batang Wihaji berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP )  sampai tiga kali berturut - turut dalam penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), Jumat (17/5/2019) di  Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, Semarang. 
Wihaji bersama Ketua DPRD, Imam Teguh Raharjo menerima hasil pemeriksaan atas LKPD Tahun anggaran (TA) 2018 dari Kepala BPK RI Perwakilan JawaTengah, Ayub Amali. 
Menurut Wihaji, penghargan WTP merupakan apresiasi pemerintah atas kerja keras semua pegawai lingkungan Pemkab dan DPRD, dalam mengelola keuangan dan aset - aset secara transparan dan akuntabel. 
"Ini WTP yang ketiga kalinya secara berturut-turut sejak tahun anggaran (TA) 2016, 2017 dan tahun 2018. ini prestasi berkat kerja keras dari seluruh jajaran yang luar biasa, terutama dalam pengelolaan aset,"kata Wihaji 
Menurut Wihaji, prestasi resmi opini WTP dari BPK RI Perwakilan Jawa Tengah menjadi  kebanggaan bersama karena tiga kali berturut - turut.
'"Ke depan penghargaan WTP tidak lagi dirasa sebagai hal baru tapi kewajaran dan sebuah keharusan di lingkungan Pemkab Batang,'"tandasnya.
Meski demikian, lanjut Wihaji, ada catatan penting dari BPK  yang harus ditindaklanjuti dalam waktu  30 hari ke depan.
Ketua DPRD  Imam Teguh Raharjo menyatakan kebanggaannya   mempertahankan WTP,  karena ini merupakn cerminan untuk melakukan sebuah perubahan dalam pengelolaan keuangan daerah. 
"Niat kami berbenah diri dalam pengelolaan  Keuangan, dari niat yang baik dan bimbingan dari BPK RI, saya yakin ini kita bisa mempertahankan opini WTP yang berkualitas," katanya.
Dikatakan, banyak hal untuk meraih WTP berkualitas  seperti niat, kemauan dan kekompakan Pemkab di bawah Kepemimpinan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono untuk komitmen membangun Batang yang sebenarnya. 
"Semua itu tidak ada yang sulit, asal kita ikuti regulasi dan ikuti petunjuk dan arahan dari 
Pihak auditor BPK RI," katanya 
Kepala BPK RI Perwakilan JawaTengah, Ayub Amali mengatakan, Pemkab Batang berhasil meraih dan mempertahankan WTP. Namun demikian dari hasil pemeriksaan ada catatan yang harus ditindaklanjuti. 
Catatan itu adalah Bantuan  Operasional Sekolah (BOS) perlu ditingkatkan pengelolaan keuangannya, aset, dan perlu ada pelatihan bagi guru, aset Pasar Bandar untuk segera diselesaikan.
Adapun catatan lain kekurangan volume Rp 258 juta, jaminan pelaksanaan yang tidak bisa diselesaikan totalnya Rp 510 juta dan denda rumah sakit Rp 306 juta yang juga harus diselsesaikan. 
"Yang perlu ditertibkan juga pengelolaan pendapatan air tanah dan pengeloaan pendapaatan reklame. sayang juga karena ini pendapatan asli daerah," jelasnya 
Menurut Ayub Amali, meraih WTP bukan pemberian dari  BPK, tapi merupakan kerja keras dari Bupati dan DPR  serta jajarannya yang mampu  mengelola keuangan daerah sesuai regulasi sehingga bisa mempertahankan WTP.(Dwi Ariadi)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar