202 Desa Belum ODF, Kredit Jamban Tanpa Agunan Segera Diluncurkan

  Senin, 06 Mei 2019   Dwi Ariadi
Bupati Batang, Wihaji saat Rakor Percepatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Ruang Abirawa, belum lama ini. (Dwi Ariadi/ayobatang).

BATANG KOTA, AYOBATANG.COM--Perilaku buruk buang air besar sembarangan (BABS) di Kabupaten Batang masih cukup tinggi. Hal ini diperkirakan terjadi karena kurangnya fasilitas pendukung dan belum banyak warga yang memiliki jamban.

"Oleh karena itu, saya akan luncurkan program kredit jambanisasi di Badan Kredit Kecamatan ( BKK) tanpa agunan bagi warga yang belum memiliki jamban," kata Bupati Wihaji saat Rakor Percepatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Ruang Abirawa, belum lama ini. 

Menurut Wihaji, Pemkab Batang tahun 2022 menargetkan seluruh desa sudah berstatus Open Defecation Free (ODF) atau tidak BABS. Maka untuk mensukseskanya harus  disertai dengan peran semua pihak untuk memberikan sosialisasi bahwa mental BABS  harus dibuang jauh-jauh. 

"Berdasarkan data terakhir saat ini baru 56 desa yang telah ODF, sisnya 202 belum ODF. 
Tidak hanya masalah mental, namun fasilitas penunjang juga harus tersedia. Maka, saya mengajak warga bersama seluruh pihak membuat jamban dengan sistem komunal," ujarnya.

Ketua Tim Percepatan IPM Kabupaten Batang, Ananto Aji mengatakan, program ODF harus mendapat prioritas mengingat masih tertinggalnya Kabupaten Batang dibanding dengan daerah tetangga. 

"Diperlukan Perbup terkait penggunaan dana desa untuk mendukung desa ODF," ungkap Ananto. 

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyarankan, untuk percepatan dan pemerataan pendidikan disabilitas, perlu pengembangan sekolah inkusi pada kantong-kantong disabilitas. 

"Untuk Eks Kawedanan Bawang dan Subah terdapat cukup banyak penyandang disabilitas yang tidak sekolah, sehingga untk peningkatan IPM perlu di bangun Sekolah Luar Biasa," Jelas Ananto Aji yang juga dosen Unnes Semarang ini. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar