Hadiri Festival Gunung Prau Coffe Day, Wihaji Inginkan Hak Paten Kopi Batang

  Minggu, 03 Maret 2019   Dwi Ariadi
Hadiri Festival Gunung Prau Coffe Day, Wihaji Inginkan Hak Paten Kopi Batang

BAWANGAYOBATANG.COM--Festival Gunung Prau Coffe Day yang sudah kali ketiga digelar oleh Gerakan Pemuda Peduli Potensi Bawang (GP3B) sangat menarik.

"Ini merupakan event yang sudah masuk kalender wisata Kabupaten Batang, untuk mengangkat dan memiliki manfaat bagi petani kopi dan juga bagian dari promosi," Kata Bupati Batang Wihaji saat hadit di Gunung Prau Coffe Day Wana Wisata Damar Asri, Desa Deles, Kecamatan Bawang, Sabtu (2/2/2019) sore. 

Menurut Wihaji, Batang memiliki potensi kopi yang luar biasa, karena sudah mampu menembus pasar ekspor ke Singapura dengan kopi Robusta dan arabika khas Pacet, Tombo, Surjo dan Deles yang masing - masing memiliki rasa yang khas dengan karakteristik yang berbeda-beda. 

"Bicara kopi Batang jagonya, karena hampir semua kecamatan di Batang ada tanaman kopi, dari dataran tinggi hingga dataran rendah kita ada dan sudah ada pendampingan bagi petani kopi dari pegiat kopi di Batang untuk mendapatkan kopi yang istimewa," kata Wihaji.

Ia pun berharap kepada komunitas kopi dan pegiat kopi untuk segera membuat hak paten. Pemkab Batang akan support sepenuhnya karena ini penting untuk menjadi khas dan hak kopi warga Batang. 

"Festival ini sangat menarik, karena di tengah hutan di bawah lereng Gunung Prau dengan udara sejuk, indah dan bertambah nikmatnya menyeduh kopi," kata Wihaji 

Panitia Gunung Prau Coffe Day, Rizal Ubaydilah mengatakan even ini merupakan even tahunan yang sudah kali ketiga. Pertama di Alun - Alun Kecamatan Bawang, Puncak Patran dan ketiganya Wana Wisata Damar Asri Desa Deles. 
"Konsep kita lebih menonjolkan kearifan lokal, begitu juga dengan kopinya yang memakai kopi lokal Batang, dan dilaksanakan di tengah hutan dengan segala keindahan alamnya," jelasnya .

Pihaknya sengaja menggelar festival di musim penghujan, dengan harapan wisatawan bisa menikmati suasana alam pegunungan, karena hujan bukan suatu halangan tetapi keberkahan. 

"Untuk peserta sejumlah 32 barista dari berbagai daerah yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat, karen untuk peserta kita batasi," katanya 

Dijelaskan pula, bahwa dari tahun ke tahun penyelanggaraan mengalami kemajuan dari segi penyelenggaraan maupun wisman yang berkunjung ada peningkatan. 

"Pertama kita gelar pesertanya lokal semua, yang kedua wisatawan sudah pada datang dan ketiga mampu menarik peserta dan wistawan dari Jawa, yang artinya even ini semakin di kenal dan kopi sekarang menjadi gaya hidup," ujarnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar