Pemkab Batang dan Kementerian Perhubungan Teken Kerja Sama Pelabuhan

  Rabu, 06 Februari 2019   Dwi Ariadi
Bupati Batang Wihaji bersama Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan Difla Oktaviana menunjukkan nota kerjasama, Rabu (6/2/2019). (Dwi Ariadi/Ayobatang.com)

BATANG, AYOBATANG.COM--Bupati Batang Wihaji menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian Perhubungan terkait dengan koordinasi tugas dan fungsi pelayaran Pelabuhan Batang di ruang Abirawa, Kantor Bupati, Rabu (6/2/2019).

"Penandatangan nota kerja sama ini sudah ditunggu selama satu tahun. Pelabuhan Batang bagian dari penunjang transportasi laut yang memiliki potensi besar dan semangat baru untuk pertumbuhan industri dan ekonomi,"kata Bupati Wihaji usai penandatangan kerja sama.

AYO BACA : Terjadi 31 Kasus DBD, Dinkes Lakukan Fogging

Menurut Wihaji, kerja sama tersebut merupakan langkah untuk menentukan kebijakan dan manfaat dari pelabuhan untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa harus menyalahi regulasi.

Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan,  Difla Oktaviana menjelaskan, keberadaan Pelabuhan Batang merupakan salah satu pelabuhan curah terbaik. Dengan kerja sama ini Pemkab mendapatkan manfaat dengan adanya pelabuhan.
 
"Kerjasama ini agar lebih bersinergi lagi dengan Pemerintah Pusat, dan kemanfaatan pelabuhan dapat sesuai dengan peruntukannya serta tidak menyalahi undang- undang yang berlaku," kata Difa Oktaviana.

AYO BACA : Wihaji Dilantik Jadi Pengurus Pepadi Jateng

Menurut Difa, MoU ini akan lebih ada kerja sama dan dukungan pemkab  agar  lebih kreatif dan inovatif, sehingga pelabuhan menjadi lebih hidup makin baik dan berjalan positif sesuai rencana.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelanggaraan Pelabuhan Batang, Muhammad Fahrudin mengatakan, Pelabuhan curah Batang masuk kategori kelas III untuk kering dan basah.

"Selama masa uji coba pelabuhan sudah menyandarkan dalam satu bulan 10 kapal untuk bongkar muat pasir dan batu split dengan kapaitas kapal 2,7 fit atau 3.000 GT," jelasnya.

Adapun untuk operasional secara resminya menunggu keputusan dari Pemprov Jateng.

AYO BACA : Ini Penyebab Banjir di Batang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar